Cetak Generasi Muda Bertakwa, Berikut Biaya Pesantren Miftahul Huda

Miftahul Huda bisa dibilang sebagai salah satu lembaga berbasis agama Islam yang tersohor di negeri ini. Namun, berbeda dengan lembaga yang lainnya, pondok pesantren ini tidak bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang pandai.

“Ada tiga hal yang menjadi tujuan pondok pesantren,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Faqih, Cisitu Kidul, Kalimanggis, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, KH Ahmad Syafi’i. “Pertama, untuk mencetak generasi muttaqin atau orang-orang yang bertakwa. Kedua, imamal muttaqin atau mencetak pemimpin yang bertakwa kepada umat. Ketiga, mencetak ulama al’amilin atau memiliki banyak ilmu dan mengamalkannya.”

Untuk saat ini, KH Ahmad melanjutkan, Pondok Pesantren Miftahul Huda fokus pada tujuan yang pertama, yaitu membantu mencetak generasi yang bertakwa. “Harapannya, minimal anak-anak memiliki pengetahuan tentang dasar-dasar agama agar saat mereka dewasa dan bekerja, dapat memberi kemaslahatan dan tetap di jalan yang benar,” sambung KH Ahmad.

Memasuki usia ke 17 tahun, Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Faqih sendiri sudah memiliki tidak kurang dari 600 santri, baik putra dan putri. Para santri ini berasal dari berbagai usia, ada yang masih duduk di bangku SMP, sekolah menengah atas (SMA), dan ada juga yang sudah mengenyam pendidikan di beberapa kampus di Tasikmalaya.

“Di pondok ini, kepandaian bukan menjadi tuntutan yang utama,” tambah KH Ahmad. “Para santri hanya diarahkan dan didorong untuk berusaha maksimal. Karena, para santri ini sudah berjuang sangat keras dalam menuntut ilmu di sekolah maupun di pondok pesantren.”

Untuk bisa menuntut ilmu di pondok ini, calon santri wajib mengisi formulir dan membayar sebesar Rp100.000. Kemudian, untuk iuran per bulan, dikenakan Rp450.000 dengan infaq sebesar Rp500.000, Rp750.000, atau Rp1.000.000. Selain itu, calon santri juga harus bersedia mematuhi peraturan pondok pesantren, termasuk tidak terlibat tindak pidana.

Loading...