Cegah Konflik, Indonesia dan Malaysia Intensif Negosiasi Perbatasan Maritim

bersama dengan saat ini sedang melakukan pembicaraan intensif mengenai negosiasi perbatasan maritim. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah konflik antara dua serumpun tersebut dalam waktu-waktu mendatang.

Di sela-sela pertemuan KTT negara (OKI) di Istanbul, pekan lalu, Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, dan Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, telah melakukan pertemuan bilateral. “Keduanya sepakat agar negosiasi perbatasan maritim dapat diintensifkan,” papar jubir Kemenlu, Arrmanatha Nasir.

“Penunjukan utusan diyakini akan mampu mempercepat penyelesaian perbatasan maritim,” sambungnya. “Diharapkan, penyelesaian batas maritim kedua negara bisa mencegah insiden terkait nelayan dua negara.”

Pada 15 April lalu, lima orang nelayan WNI ditahan otoritas Malaysia karena tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah. Dua hari sebelumnya, Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Satuan Kerja Kota Batam juga mengamankan satu unit kapal berbendera Malaysia di perairan Selat Malaka dengan alasan yang sama.

Selain membicarakan batas maritim, Indonesia dan Malaysia juga menyatakan pentingnya peningkatan keamanan di perairan ASEAN, termasuk di yang sering terjadi penyanderaan, seperti di perairan Sulu antara Malaysia dan . Kedua negara saat ini tengah mengalami nasib sama, yaitu negara dari kedua negara disandera kelompok Abu Sayyaf.

Loading...