Pakai Masker dan Jaga Jarak, CDC Klaim Sekolah Tatap Muka Aman

Sekolah Tatap Muka Pakai Masker dan Jaga Jarak - jatengprov.go.idSekolah Tatap Muka Pakai Masker dan Jaga Jarak - jatengprov.go.id

NEW YORK – Jika kebijakan pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi masih menuai polemik di dalam negeri, berbeda dengan beberapa yang kembali mengizinkan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Pejabat CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan ) pun menyarankan bahwa pembukaan sekolah tatap muka akan aman dengan tindakan pencegahan tertentu.

Dalam editorial yang diterbitkan JAMA, seperti dilansir dari WebMD, tim CDC mengatakan, ada banyak bukti dari semester musim gugur yang menunjukkan bahwa sekolah tatap muka akan aman selama semua orang memakai dan mengikuti pedoman jarak . Mereka juga merekomendasikan untuk membatasi aktivitas berisiko, seperti dalam ruangan dan interaksi kelompok dalam ruangan.

“Ini tidak akan aman apabila mereka mengadakan pesta pizza dengan sekelompok siswa,” ujar Margaret Honein dari CDC, yang juga salah satu penulis editorial dan anggota Tim Respons COVID-19 CDC. “Namun, jika itu dilakukan di luar ruangan, ketika jarak sosial dapat dipertahankan, mungkin akan baik-baik saja untuk melanjutkan.”

Para peneliti CDC mengatakan, mereka menemukan sedikit bukti bahwa sekolah memiliki wabah yang terlihat di panti jompo dan lingkungan yang padat, seperti pabrik pengepakan daging. Di sekolah yang telah dibuka kembali dengan instruksi langsung, mereka menggarisbawahi, sebagian besar kasus COVID-19 ‘berasal dari pertemuan sosial, bukan kehadiran langsung di sekolah’.

Mereka menunjuk ke sebuah studi yang diterbitkan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report CDC, yang menunjukkan bahwa sekolah-sekolah di pedesaan Wisconsin dengan penggunaan masker yang ketat, memiliki tingkat kasus COVID-19 yang lebih rendah daripada di komunitas sekitarnya. “Ada akumulasi data karena dengan kepatuhan masker yang tinggi, dan jarak serta pengelompokan siswa untuk meminimalkan jumlah total kontak, dapat meminimalkan jumlah penularan di sekolah,” tambah Honein.

Menurut tim peneliti CDC, model hibrida mungkin merupakan pilihan terbaik saat ini, untuk membatasi jumlah orang dalam satu ruangan pada satu waktu dan mencegah kepadatan. Meski demikian, beberapa staf dan siswa mungkin masih membutuhkan opsi pembelajaran sistem , terutama jika mereka menghadapi risiko tinggi untuk COVID-19 yang parah.

“Keputusan yang dibuat hari ini dapat membantu memastikan pengoperasian sekolah yang aman dan memberikan layanan penting bagi anak-anak dan remaja,“ tulis peneliti. “Berkomitmen hari ini untuk kebijakan mencegah penularan di masyarakat dan di sekolah akan membantu memastikan kesejahteraan sosial dan akademik masa depan semua siswa dan pendidikan mereka.”

Loading...