Cari Lisensi Penuh di Malaysia, Bank Mandiri Siapkan Investasi 300 Juta Ringgit

bergerak cepat untuk segera membuka kantor cabang di Malaysia menyusul penandatanganan kesepakatan antara otoritas kedua . Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Sentral Malaysia memang telah menandatangani perjanjian yang mengizinkan tiga bank untuk membuka cabang di Malaysia, begitu pula sebaliknya.

“Kami akan bertindak cepat untuk mengambil kesempatan ini,” jelas Sekretaris Bank Mandiri, Rohan Hafas. “Kami juga berencana untuk segera mengajukan permohonan lisensi agar bisa beroperasi sepenuhnya di Malaysia.”

Ditambahkan Rohan, pihaknya kini juga telah mempersiapkan persyaratan yang diminta Bank Sentral Malaysia, termasuk dana investasi sebesar 300 juta ringgit atau setara Rp970,16 miliar pada akhir tahun ini. “Kami sudah menyetor 100 juta ringgit dan sisanya akan disetorkan secara bertahap hingga akhir tahun,” sambungnya.

Bank Mandiri menjadi satu-satunya bank Indonesia yang memiliki cabang di Malaysia, namun hanya melayani remittance. Sebelumnya, pemberi pinjaman terbesar di Indonesia tersebut mengeluhkan peraturan ketat yang diterapkan Malaysia terhadap bank asing yang ingin beroperasi di negara tersebut.

Meski giat mencari lisensi untuk beroperasi di Malaysia, namun Bank Mandiri belum tentu mengincar negara tetangga tersebut. Sebaliknya, mereka menargetkan fee based income yang lebih besar dari remittance untuk para TKI serta kegiatan yang melibatkan bisnis Indonesia.

Ada hampir 800 ribu TKI yang terdaftar di Malaysia dan sebagian besar bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau di perkebunan. Hingga bulan Mei lalu, TKI menyetorkan dana sekitar 979 juta dolar AS dari Malaysia ke Indonesia.

“Kami hanya akan membuka kantor cabang di beberapa , tepatnya di tempat TKI terkonsentrasi,” imbuh Rohan. “Dan mungkin, di distrik yang melibatkan bisnis Indonesia.”

Loading...