Jamin Keamanan Produk, Bagaimana Cara Mendapatkan Izin Edar Kosmetik dari BPOM?

Ilustrasi : Seseorang sedang make up menggunakan kosmetikIlustrasi : Seseorang sedang make up menggunakan kosmetik

Setiap yang beredar di Indonesia sudah seharusnya mengantongi edar dari Badan Pengawas Obat dan untuk menjamin keamanannya. Namun terkadang, para pemilik kosmetik yang masih berskala kecil mungkin ragu untuk mengurus sertifikasi BPOM karena isu yang menyebutkan bahwa cara mendapatkan izin edar kosmetik tergolong rumit. Padahal tidak selalu demikian. Asalkan memahami prosedur dan melengkapi persyaratan, maka segala proses pun akan lebih mudah.

Pengajuan notifikasi kosmetik ke BPOM saat ini bisa dilakukan secara online lewat situs notifkos.pom.go.id, sehingga para pemohon tak perlu repot-repot mengajukannya secara offline dengan mendatangi kantor BPOM. Yang pertama perlu dilakukan adalah dengan melakukan pendaftaran badan usaha ke situs BPOM dan mengunggah .

Jika data sudah lengkap dan dinyatakan aktif, maka bisa digunakan untuk mendaftarkan . Caranya, isi template notifikasi di situs BPOM, lalu kirim untuk memperoleh surat perintah bayar (SPB). Jika sudah diverifikasi, maka tiap akan memperoleh nomor ID dan akan keluar notifikasi dalam jangka waktu 14 hari kerja.

Sebagai contoh, untuk pengajuan notifikasi kosmetik produk lokal ada beberapa dokumen persyaratan yang dibutuhkan, meliputi NPWP, surat izin produk kosmetika, Sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) atau surat pernyataan penerapan CPKB dan atau sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dengan surat keterangan penggunaan fasilitas bersama, serta Surat Perjanjian Kerjasama antara pemohon notifikasi dengan perusahaan pemberi lisensi (Produk Lisensi).

Menurut Kepala BPOM Penny Lukito, obat, kosmetika, dan makanan yang dipasarkan secara online pun sudah seharusnya memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Bahwa pangan, obat, obat herbal, kosmetik, kalau dijual online harus tetap mendapat izin dari BPOM,” ungkap Penny, seperti dilansir Liputan6.

Jika produk yang dibeli oleh konsumen tidak mempunyai izin edar dari BPOM, maka tak ada jaminan dari segi mutu dan dari produk tersebut. “Kalau (produk) tidak mendapatkan izin edar BPOM, bisa jadi mengandung berbahaya atau -bahan yang merugikan kesehatan,” tutup Penny.

Loading...