Modal Minim, Ini Cara Membeli Reksadana Syariah Mandiri

Reksadana Syariah Mandiri - akurat.co

JAKARTA – Reksadana saat ini tengah menjadi idola banyak orang untuk berinvestasi, termasuk generasi milenial, karena cuma membutuhkan modal yang kecil. Jika Anda juga berminat, sekarang sudah banyak bank yang menawarkan reksadana, salah satunya Bank . Cara membeli reksadana di lembaga ini pun cukup mudah, karena Anda bisa membelinya langsung lewat situs resmi atau di yang sudah bekerja sama dengan bank.

“Reksadana syariah dikelola sesuai prinsip syariah dan hanya pada efek syariah,” tulis keterangan Bank Syariah Mandiri dalam situs resmi mereka. “Terdapat mekanisme pembersihan harta Non-Halal (cleansing) dan wajib dikelola oleh profesional yang mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah dan diawasi oleh DPS.”

Masih menurut referensi yang sama, untuk mereka yang berminat membeli, bisa langsung mengunjungi situs resminya dan klik ‘Saya Berminat’. Setelah itu, calon konsumen akan diminta untuk mengisi data pribadi, seperti nama lengkap, alamat email yang aktif, alamat domisili, serta nomor ponsel. Setelah itu, bisa memilih cabang Bank Syariah Mandiri terdekat dan klik ‘Submit’.

Pada tahun 2017, pihak PT Mandiri Manajemen Investasi bekerja sama dengan Bukalapak dan Bareksa, menginisiasi distribusi reksadana uang syariah melalui platform dagang (e-commerce) bertajuk BukaReksa. Pendaftaran sebagai untuk reksadana syariah di fitur BukaReksa sangat mudah, sama seperti reksadana konvensional di fitur tersebut. Syaratnya, calon nasabah harus memiliki akun Bukalapak dan memiliki saldo di BukaDompet minimal Rp10 ribu.

Produk ini dapat menjadi pilihan alternatif bagi yang hendak menempatkan dananya pada instrumen keuangan berbasis syariah dengan risiko dan modal yang relatif rendah. Meskipun dengan dana yang kecil, nasabah nantinya tetap dapat merasakan potensi keuntungan yang sama dengan yang memiliki dana yang besar dalam berinvestasi pada reksadana ini. Sejak awal penerbitan pada tanggal 24 Maret 2017 hingga tanggal 7 April 2017, reksadana ini telah tumbuh 0,03 persen dari nilai aktiva bersih (NAB) Rp1.000 menjadi Rp1.000,30.

Loading...