Cangkang Lunak & Bisa Dimakan, Harga Kepiting Soka per Kg Dijual Lebih Mahal dari Kepiting Biasa

Harga Kepiting Soka - www.bukalapak.comHarga Kepiting Soka - www.bukalapak.com

Kepiting masih menjadi pangan yang begitu disukai, baik di dalam negeri maupun di internasional. kepiting sendiri ada bermacam-macam, mulai dari kepiting rajungan, kepiting , hingga yang belakangan cukup banyak disukai adalah kepiting soka. Kepiting soka atau lemburi (softshell crab) memiliki keistimewaan dibanding kepiting biasa yang membuat jualnya di relatif lebih mahal.

Sesuai namanya, kepiting soka merupakan jenis kepiting bakau dengan tekstur cangkang yang lunak. Pada waktu-waktu tertentu, kepiting akan berganti dan di saat itu cangkang kepiting yang baru akan melunak sementara. Momen itulah yang dimanfaatkan para pembudidaya kepiting bakau untuk menjual kepiting dengan harga lebih mahal. Mahalnya harga kepiting soka lantaran seluruh bagian tubuhnya bisa dimakan.

Harga kepiting soka per 1 kg saat ini antara Rp 80 ribuan hingga Rp 100 ribuan. Namun beberapa waktu lalu para petani tambak sempat mengeluhkan harga jual kepiting soka mentah yang anjlok cukup drastis dari Rp 160 ribu menjadi Rp 75 ribu saja per kilo. Anjloknya harga kepiting soka ini membuat beberapa pembudidaya, terutama di kawasan Balikpapan, Kalimantan Timur kurang berminat untuk membudidayakan kepiting soka.

Selain karena harga jualnya yang dianggap tak lagi menguntungkan, rupanya pembatasan ukuran kepiting yang ditetapkan oleh pemerintah telah memicu para pembudidaya kepiting kulit lunak untuk beralih ke jenis usaha lainnya. “Ada yang benar-benar tidak lagi kerja tambak sampai ada yang buka usaha dagang burung saja,” ujar Syamsudin, salah satu pemilik tambak kepiting soka di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, seperti dilansir Kompas.

Syamsudin mengaku jika kini ia hanya berani membudidayakan maksimal 1 ton bibit kepiting soka dari yang sebelumnya bisa mencapai 3-4 ton bibit. Negara-negara tujuan ekspor utama kepiting soka, seperti Hong Kong dan China sebenarnya lebih menyukai kepiting soka berukuran kecil di bawah 120 gram. Tetapi berdasar Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Rajungan, kepiting soka harus memenuhi standar ukuran berat minimal 150 gram.

“Pasar luar negeri tidak tertarik dengan ukuran 150 gram ke atas, seperti dalam aturan peraturan menteri. Mereka suka yang kecil, 80-120 gram,” kata Syamsudin. Akibat pembatasan itu, produksi dalam negeri pun menumpuk, sedangkan pasar dalam negeri tidak terlalu besar.

Loading...