Cafe Lesehan, Bisnis Sederhana dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Tidak banyak orang yang mampu menempuh pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi. Banyak sekali sebabnya, mulai dari merasa sudah nyaman bekerja, tidak memiliki cukup untuk masuk ternama, hingga merasa lebih cocok untuk berwirausaha.

Di sendiri ladang sebenarnya terbuka cukup lebar, asalkan Anda giat berusaha dan mencari peluang. Salah satu bidang yang tak pernah lekang oleh waktu dan juga tak pernah sepi peminat adalah di bidang kuliner.

Tak ayal jika banyak sekali warung maupun cafe yang berjajaran di pinggir jalan untuk menjajakan menu-menu andalan mereka. Bahkan kini di kota-kota besar justru lebih banyak ditemui kafe daripada restoran.

Bagi Anda yang hendak memulai berbisnis cafe sebaiknya mempertimbangkan secara matang faktor-faktor yang dapat menunjang bisnis Anda. Pertimbangkanlah unsur tempat dan juga , apalagi karena masyarakat Indonesia cukup sensitif terkait masalah .

Jika Anda tidak memiliki yang terlalu besar, Anda dapat mengawali bisnis dengan membuka cafe lesehan. Selain tidak memerlukan tempat yang terlalu besar, Anda dapat menghemat biaya. Anda mungkin hanya perlu menyiapkan karpet dan meja saja serta mesin pembuat kopi (coffee maker). Harga coffee maker di cukup bervariasi, mulai dari Rp 3 jutaan hingga Rp 100 jutaan.

Berikut informasi daftar harga mesin pembuat kopi di pasaran.

Nama Paket

Harga (Rp)

Cafe Kawung

2.933.010

Cafe Pacitan

5.247.000

Cafe Lereng

5.391.000

Cafe Banyumas

5.769.000

Cafe Indramayu

6.199.500

Cafe Ponorogo

6.966.000

Cafe Tulungagung

8.194.500

Cafe Cuwiri

8.973.000

Cafe Nitik

10.020.600

Cafe Kraton

17.186.500

Cafe Sudagaran

19.590.900

Cafe Sekar Jagad

31.716.000

Cafe Sidomukti

49.081.500

Cafe Pringgondani

67.996.500

Cafe Wonogiren

93.781.200

Cafe Dewaraja

111.060.600

Bisnis cafe lesehan ini tidak bisa dianggap sepele. Salah satu contohnya Cafe Jawsika di Samarinda. Rifky, sang pengelola sekaligus anak pemilik cafe mengungkapkan jika omzet yang ia dapat dari cafe berkonsep lesehan tersebut bisa mencapai Rp 60 juta per bulannya dengan bermodal menu-menu makanan dan yang menarik.

“Kalau menu untuk keseluruhan termasuk varian ada 40 lah. Omzet ini kotornya sebulan ada sekitar 40 sampai 60 juta sebulannya. pegawainya, koki ada 4, 2 di siang 2 di malam, karyawan pagi ada 4, malam ada 7,” kata Rifky.

Loading...