Cadangan Devisa Turun, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

JAKARTA – Sempat terpeleset, akhirnya menutup Selasa (8/6) di zona hijau meskipun dalam negeri bulan Mei 2021 dilaporkan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 12,5 poin atau 0,09% ke level Rp14.252,5 per AS.

Sementara itu, pergerakan mata uang terhadap greenback terpantau bervariasi. Yen Jepang memimpin pelemahan setelah terdepresiasi 0,14%, disusul baht Thailand yang turun 0,05% dan peso Filipina yang terkoreksi 0,04%. Sebaliknya, rupee India, ringgit Malaysia, yuan China, dolar Singapura, dan won Korea Selatan kompak mengungguli dolar AS.

Pagi tadi, melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2021 sebesar 136,4 miliar dolar AS. Angka ini turun sebesar 2,4 miliar dolar AS dibandingkan capaian April 2021 yang sebesar 138,8 miliar dolar AS. Penurunan posisi cadangan devisa pada bulan kemarin sebagian besar dipengaruhi pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tutur Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono. “Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.”

Sebelumnya, sejumlah analis sempat memprediksi bahwa cadangan devisa akan kembali naik. Analis Global Kapital Investama, Alwi Assegaf, memperkirakan bahwa cadangan devisa akan naik menjadi 140 miliar dolar AS. Sementara, Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, juga memprediksi cadangan devisa akan naik sekitar 500 juta hingga 1 miliar dolar AS.

“Potensi kenaikan cadangan devisa pada bulan lalu didorong adanya aliran modal yang masuk ke keuangan dalam negeri akibat pemerintah Indonesia berhasil menerbitkan dan menjual samurai bond senilai Rp13,21 triliun,” kata Faisal. “Selain itu, potensi naiknya cadangan devisa juga didorong oleh keyakinan akan terjadinya surplus neraca perdagangan pada Mei 2021.”

Dari pasar global, dolar AS bergerak di zona hijau pada Selasa di tengah penantian akan data inflasi AS yang akan dirilis akhir pekan ini setelah data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan memadamkan ekspektasi pengurangan awal stimulus . Mata uang Paman Sam menguat 0,169 poin atau 0,19% ke level 90,119 pada pukul 14.50 WIB.

Loading...