Cadangan Devisa Turun, Rupiah Justru Melonjak 46 Poin di Penutupan

Cadangan devisa Indonesia selama November 216 yang dilaporkan turun ternyata tidak berpengaruh negatif terhadap pergerakan . Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mampu menutup Kamis (8/12) ini dengan penguatan sebesar 46 poin atau 0,34% ke level Rp13.287 per AS.

Pergerakan rupiah dibuka 16 poin atau 0,12% ke posisi Rp13.317 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik 44 poin atau 0,33% ke Rp13.289 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.37 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai 40 poin atau 0,30% ke level Rp13.293 per dolar AS.

“Berita buruk dari cadangan devisa yang turun akibat kebijakan stabilisasi rupiah oleh sepanjang November 2016 ternyata tidak terlalu mendapat respon ,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Ada kemungkinan hal ini dianggap wajar atau bahkan perlu dilakukan ketika turbulensi di meningkat tajam.”

Bank Indonesia melaporkan jumlah cadangan devisa Indonesia turun 3,5 miliar dolar AS pada akhir November 2016 menjadi 111,5 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa ini dikarenakan penggunaan devisa untuk stabilisasi nilai tukar rupiah dan pembayaran utang luar negeri. BI sendiri menyebutkan, penurunan cadangan devisa itu hanya sementara karena investor optimistis tentang perbaikan ekonomi domestik.

“Fokus pasar saat ini masih ke pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diperkirakan menambah stimulus keuangannya sehingga bisa turut memberikan dampak positif ke mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” sambung Rangga. “Ruang penguatan rupiah juga tetap tersedia sejalan dengan ruang penguatan SUN (surat utang negara) yang masih ada.”

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga bergerak menguat terhadap dolar AS. Hingga Kamis siang, penguatan paling tajam terhadap the greenback dialami won Korea Selatan sebesar 0,85%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,63%, dan yen Jepang yang melonjak 0,46%.

Loading...