Cadangan Devisa Tergerus, Rupiah Melemah di Senin Pagi

Rupiah - baca.co.idRupiah - baca.co.id

terpantau bergerak melemah pada Senin (11/6) pagi setelah devisa kembali tergerus, di saat pasar keuangan sedang libur panjang terkait Lebaran. Menurut laporan The Wall Street Journal, mata uang Garuda terpantau melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.951 pada pukul 08.35 WIB. Sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp13.947 per pada akhir pekan (8/6) kemarin.

Pada Jumat kemarin, melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia pada bulan Mei 2018 sebesar 122,9 miliar , lebih rendah 2 miliar dolar dibanding bulan April 2018 yang tercatat sebesar 124,9 miliar dolar . Meski demikian, pemerintah mengatakan bahwa posisi cadangan devisa tersebut masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor, serta setara pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah.

Penurunan cadangan devisa pada bulan Mei 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek ekonomi domestik.

“Data cadangan devisa bulan Mei ini tercermin bahwa langkah intervensi Bank Indonesia terlihat jelas. Sebelum kenaikan , pasar mengalami volatilitas tinggi sehingga mendorong capital flight,” tutur ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir Kontan. “Namun, dengan langkah pre-emptive Bank Indonesia, diharapkan bisa menahan laju cadangan devisa yang tergerus.”

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS cenderung bergerak stagnan pada pagi ini. Mata uang Paman Sam terpantau dibuka menguat tipis 0,03% ke level 93,566, namun kemudian berbalik melemah 0,09% ke posisi 93,453 pada pukul 07.44 WIB. Di saat yang bersamaan, yen Jepang melaju lebih tinggi menuju level 109,41 terhadap greenback, sedangkan dolar Kanada turun.

Loading...