Cadangan Devisa Sokong Penguatan Rupiah di Penutupan Spot

mampu meneruskan tren penguatannya pada akhir pekan (8/4) ini. Menurut laporan Bloomberg Index, hari ini rupiah ditutup di level Rp13.144, 19 poin atau 0,14% dibanding sebelumnya di level Rp13.163 per dolar AS.

Pada perdagangan pagi, Garuda sempat dibuka melemah 32 poin atau 0,24% ke Rp13.195 per dolar AS. Namun, rupiah berbalik menguat 38 poin atau 0,29% ke Rp13.125 per dolar AS pada jeda perdagangan siang. Lalu, rupiah kembali 27 poin atau 0,12% ke Rp13.136 per dolar AS pada pukul 13.03 WIB, meski dolar AS juga terpantau menguat 0,1% ke level 94,572.

Menurut Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, penguatan rupiah salah satunya disokong sentimen yang semakin bertambah dari 104 miliar dolar AS menjadi 107 miliar dolar AS. “Laju rupiah mampu berbalik menguat setelah merespon rilis terkait cadangan devisa yang menunjukkan adanya peningkatan,” jelas Reza.

Ditambahkannya, pelaku juga menunggu hasil rapat minggu ini yang bernada dovish, sehingga membuat laju dolar AS tersendat. “Pelemahan laju dolar AS ini juga diikuti oleh melemahnya yen, akibat usai penguatan signifikan yen. Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan rupiah sehingga mampu kembali naik,” pungkasnya.

Terapresiasinya rupiah juga diwartakan oleh Yahoo Finance. Pada pukul 16.23 WIB, mata uang Garuda menguat 85 poin atau 0,64% ke level Rp13.125 per dolar AS.

Loading...