Cadangan Devisa Naik, Rupiah Rebound di Akhir Pekan

Cadangan devisa dalam negeri yang dilaporkan meningkat mampu menyokong pergerakan untuk berbalik menguat pada Jumat (9/6) ini. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir pekan di zona hijau setelah ditutup menguat 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.291 per AS.

Rupiah sebenarnya mengawali perdagangan dengan pelemahan sebesar 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.305 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda berbalik menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.290 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.48 WIB, spot kembali naik 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.294 per dolar AS.

Mata uang Garuda mendapat sokongan setelah Bank Indonesia mengumumkan cadangan devisa Indonesia bulan Mei 2017 mengalami kenaikan menjadi sebesar 124,95 miliar dolar AS, atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 123,25 miliar dolar AS. Kenaikan cadangan devisa ini terutama dipengaruhi penerimaan pajak dan devisa minyak dan gas, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI).

Dari global, pergerakan mata uang utama seperti indeks dolar AS dan euro terlihat terbatas, menyusul penyampaian testimoni dari mantan Direktur FBI, James Comey, di depan Kongres AS. Indeks dolar AS merangkak naik 0,385 poin atau 0,40% ke level 97,303 pada pukul 10.08 WIB, setelah dibuka dengan penguatan sebesar 0,43% ke posisi 97,332.

Meski agenda ini menjadi sesi dengar Kongres AS yang paling dinanti-nanti dalam beberapa tahun dan dipantau secara cermat oleh para investor, namun tampaknya tidak memberikan wawasan baru untuk pasar keuangan. “Fokus untuk pasar mata uang yang lebih luas sekarang akan beralih ke pertemuan kebijakan pekan depan,” ujar Direktur FPG Securities, Koji Fukaya.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.292 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.316 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus dengan penguatan paling tajam dialami won Korea Selatan sebesar 0,13% dan peso Filipina sebesar 0,09%.

Loading...