Cadangan Devisa Naik, Rupiah Malah Ditutup Merah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (8/6) sore - www.inews.id

JAKARTA – Rupiah gagal mengerek posisi ke area hijau pada Senin (8/6) sore ketika dalam negeri bulan Mei 2020 dilaporkan membaik dan greenback terpantau bergerak lebih rendah. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah tipis 8 poin atau 0,05% ke level Rp13.885 per dolar AS.

Sementara itu, menurut data yang diterbitkan , kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada hari ini berada di posisi Rp13.956 per dolar AS, menguat 144 poin atau 1,02% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.100 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang mampu mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,31% dialami won Korea Selatan.

Bank Indonesia siang tadi mengumumkan dalam negeri pada akhir Mei 2020 sebesar 130,5 miliar dolar AS, atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 127,9 miliar dolar AS. Peningkatan pada Mei 2020 terutama dipengaruhi penarikan utang luar negeri (ULN) pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

Seperti diketahui, pemerintah meningkatkan penarikan utang untuk menambah dana penanganan dampak pandemi atau COVID-19. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan sekitar tiga bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tutur Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, dilansir CNN Indonesia. “Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek yang tetap baik.”

Dari global, indeks dolar AS terpantau jatuh terhadap mata uang Antipodean dan pound Inggris setelah peningkatan mengejutkan dalam data tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi untuk pemulihan ekonomi, yang mengurangi permintaan untuk aset safe haven. Mata uang Paman Sam melemah tipis 0,009 poin atau 0,01% ke level 96,928 pada pukul 12.43 WIB.

“Komoditas dan mata uang pasar berkembang jelas menemukan cara mudah untuk naik terhadap dolar AS, didukung harapan pemulihan ekonomi, tetapi itu adalah cerita yang berbeda ketika berbicara tentang yen,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa, disalin Reuters. “Untuk dolar AS terhadap yen, fokus lebih pada imbal hasil, yang mendorong pasangan mata uang lebih tinggi.”

Loading...