Cadangan Devisa Naik, Rupiah Melambung 33 Poin di Awal Dagang

pada Desember 2016 yang dilaporkan mengalami kenaikan menjadi katalis bagi pergerakan . Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali perdagangan hari ini (10/1) dengan 33 poin atau 0,25% ke Rp13.329 per . Kemudian, pada pukul 08.39 WIB, spot kembali melambung 44 poin atau 0,33% ke posisi Rp13.318 per .

Senin (9/1) sore kemarin, Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia di akhir Desember 2016 tercatat sebesar 116,4 miliar dolar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi di akhir November 2016 yang mencapai 111,5 miliar dolar AS. Peningkatan cadangan devisa tersebut antara lain berasal dari penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan devisa minyak dan gas.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan Indonesia ke depan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara. “Data cadangan devisa dalam negeri akan menjadi sentimen penggerak .”

Senada, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa rupiah yang stabil pada perdagangan kemarin di tengah penguatan dolar AS di pasar menandakan bahwa sentimen dalam negeri lebih mendominasi. “Naiknya cadangan devisa di bulan Desember 2016 akan menambah faktor positif untuk rupiah ke depan,” tutur Rangga.

“Selain inflasi Januari 2017 yang diperkirakan naik, fokus pasar masih tertuju pada prospek keseimbangan fiskal di 2017 yang jika realisasi pendapatan tidak tercapai, akan mengancam prospek pertumbuhan ekonomi,” sambung Rangga. “Sementara, dari global, dinanti data inflasi China yang diperkirakan turun.”

Loading...