Cadangan Devisa Menipis, Rupiah Menyerah

kurs seakan menyerah terhadap AS setelah kehabisan tenaga akibat yang menyusut. Menurut data dari Bloomberg, pada sore ini (8/10) anjlok 66 poin atau setara 0,48% ke level Rp 13.887 dari level penutupan di hari sebelumnya kemarin di posisi Rp 13.821 per Dolar AS. Pelemahan makin nyata setelah (BI) merilis data cadangan devisa yang menyusut pada bulan lalu.

Trian Fatria selaku Periset dan analis dari Divisi Treasuri BNI menyatakan bahwa melemahnya rupiah terimbas oleh sentimen negatif dari dalam negeri, yakni menipisnya cadangan devisa. “Menurunnya cadangan devisa Indonesia pada September menjadi 101,7 miliar dibanding bulan sebelumnya 105,35 miliar memberi imbas negatif terhadap laju Rupiah,” jelasnya, Siang ini (8/10).

Sementara itu, Ian Stannard selaku Kepala Strategi Eropa di Morgan Stanley berpendapat bahwa pelemahan Dolar AS dalam beberapa hari lalu mengindikasikan kehati-hatian pelaku pasar jelang pertemuan AS. “Ada sedikit kehati-hatian menjelang pertemuan Fed,” ujarnya dalam lansiran Reuters, hari ini.

Masih menurut Ian, faktor tersebut (pertemuan ) memiliki risiko besar bagi pasar dan dapat menyebabkan jeda, tapi setelah itu diperkirakan akan berpotensi untuk bangkit kembali. “Kami relatif positif pada beberapa negara berkembang dan terkait komoditas dalam waktu dekat,” tambahnya.

Loading...