Cadangan Devisa Membaik, Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat

Jakarta Garuda dibuka pada level Rp 13.955 per AS pada pembukaan pagi ini (11/1). Nilai tukar diketahui merosot 32 poin (0,23%) dari posisi penutupan di hari sebelumnya yakni pada level Rp 13.923/USD pada akhir pekan lalu (8/1).

Meski begitu, para analis yakin pergerakan Rupiah pada hari ini akan cenderung . Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities menyampaikan, Rupiah masih memiliki dorongan berupa sentimen yang datang dari meningkatnya data cadangan devisa .

“Jika asumsinya sentimen dari rilis cadangan devisa tersebut masih ada, maka kenaikan laju Rupiah pun masih dapat berlanjut,” ujar Reza dalam hasil risetnya yang diterima pagi ini (11/1).

Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa terakhir yang diperkirakan dapat membiayai 7,7 bulan atau 7,4 bulan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Hal ini, menurut Reza, tentu bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi untuk mempertahankan aset berdenominasi Rupiah.

“Jumlah tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan , sekitar 3 bulan impor dapat menambah sentimen positif,” tuturnya.

Mengamini ucapan Reza, Analis Teknikal Bahana Securities Muhammad Wafi juga memprediksi Rupiah akan bergerak di rentang level Rp 13.850-14.000/USD.

“Rupiah ditutup menguat ke level 13.923 (8/1). Hari ini (11/1/2016)diperkirakan akan bergerak dikisaran 13.850-14.000, dengan kecenderungan menguat,” terang Wafi juga dalam hasil risetnya.

Loading...