Cadangan Devisa Indonesia disusutkan USD 700 Juta demi jaga Volatilitas Rupiah

Devisa sepertinya perlu disusutkan demi mencegah melonjaknya volatilitas Rupiah terhadap Amerika, setidaknya hal inilah yang diungkapkan oleh Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia. “Cadangan devisa turun dari 111 M menjadi 110 M, artinya memang karena (digunakan) untuk menjaga volatilitas,” ujar Agus di Jakarta pada Jumat malam (8/5).

Agus juga menambahkan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah senantiasa berfluktuasi terhadap Serikat hingga memaksa pihak terkait untuk menurunkan cadangan devisa, namun depresiasi yang dialami oleh Rupiah terbilang masih lebih baik dari yang dialami oleh negara lain. “Secara umum, nilai tukar (Rupiah) Indonesia sampai pagi tadi (8/5) depresiasinya 6% year to date, dan yang kelihatan depresiasinya besar year to date adalah Turki, sampai 13%,” timpal Agus menambahi.

Alasan yang sama dengan sebelumnya masih menjadi pemicu gejolak Rupiah di , yakni respon para pelaku menanggapi pernyataan Ketua yang mengingatkan bahwa valuasi AS dapat membahayakan stabilitas keuangan Indonesia disamping kabar terbaru dari . “Market saat ini mengikuti proses negosiasi di dan juga ada statement Janet Yellen (Ketua ) yang bilang -harga saham di AS sudah kemahalan,” tukas Agus.

Perlu diketahui bahwa Bank Indonesia telah mencatat posisi cadangan devisa Indonesia di akhir bulan April 2015 ini sebesar USD 110,9 M, nilai ini memiliki selisih USD 700 juta dari posisi akhir Maret 2015 lalu yang dicatat sebesar USD 111,6 M.

Loading...