Cadangan Devisa Capai Rekor, Rupiah Justru Belum Mampu Bangkit di Pasar Spot

Rupiah - inionline.idRupiah - inionline.id

Jakarta dibuka melemah 34 poin atau 0,25 persen ke level Rp 13.639 per di awal pagi hari ini, Jumat (9/2). Kemarin, Kamis (8/2), Garuda ditutup 50 poin atau 0,37 persen ke posisi Rp 13.605 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.584 hingga Rp 13.641 per . Hal ini sekaligus mencatatkan pelemahan rupiah enam hari berturut-turut.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,02 persen menjadi 90,237 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB. Dolar AS melemah lantaran reli sejak awal pekan ini telah kehilangan momentum. Para pelaku sudah menjual aset-aset lebih berisiko untuk dialihkan ke aset-aset yang dianggap lebih aman di tengah gejolak .

Dari sektor ekonomi, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan dalam pekan yang berakhir 3 Februari 2018, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 221 ribu. Angka tersebut turun 9.000 dari tingkat sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 230 ribu.

Kemudian rata-rata pergerakan empat minggu mencapai angka 224.500, turun 10 ribu dari rata-rata pekan lalu yang tidak direvisi sebesar 234.500. Perolehan tersebut merupakan tingkat terendah untuk rata-rata sejak 10 Maret 1973 silam saat mencapai angka 222 ribu.

Dari dalam negeri, rupiah tampaknya semakin tak berdaya terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah sendiri berlangsung ketika kondisi fundamental ekonomi tengah positif. Pasalnya data cadangan devisa (cadev) pada Januari 2018 lalu kembali mencapai rekor tertinggi USD 131,98 miliar.

Di samping itu, rating utang Indonesia juga membaik. Jika Desember 2017 lalu Fitch Rating telah meningkatkan peringkat utang Indonesia, maka saat ini giliran Japan Credit Rating Agency (JCR) yang menaikkan peringkat sovereign credit rating (SCR) Indonesia dari BBB- dengan outlook positif menjadi BBB outlook stabil.

Karena didukung oleh fundamental yang positif, para analis optimis jika rupiah tidak akan mengalami pelemahan yang terlalu dalam. “Pelemahan ini temporary dan rupiah belum pernah turun lebih dari 1%,” kata Josua Padede, ekonom Bank Permata, seperti dilansir Kontan.

Loading...