Bursa Saham Menguat, Harga Karet Mentah Hari Ini Ikut Melambung

Harga Karet Mentah - ekonomi.kompas.comHarga Karet Mentah - ekonomi.kompas.com

Harga karet mentah di bursa Tokyo Commodity Exchange (Tocom) berhasil mencatatkan penguatan panjang hingga tiga hari berturut-turut pada Jumat (18/1) saat rally pada bursa saham global memacu minat untuk aset-aset berisiko.

Seperti dilansir dari melalui , harga karet untuk kontrak teraktif Juni 2019 di bursa Tocom berakhir menguat sebesar 0,76 persen atau 1,40 poin ke posisi 186,20 yen per kg dari level penutupan sebelumnya. Kemudian pada Kamis (17/1), harga karet kontrak Juni 2019 berakhir naik 0,65 persen atau 1,20 poin ke level 184,80 yen per kilogram.

Harga karet kontrak sempat mengalami penurunan 0,38 persen atau 0,70 poin di level 184,10 pada Jumat pagi (18/1) kemarin. Perolehan harga karet untuk kontrak Juni 2019 tersebut sekaligus mencatatkan level tertinggi sejak Juni 2018.

Senada, harga karet untuk kontrak teraktif bulan Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange juga naik untuk tiga hari berturut-turut dengan penguatan sebesar 35 poin atau 0,30 persen ke level 11.665 yuan per ton. “Kontrak berjangka karet juga mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa sejumlah utama akan mencapai kesepakatan untuk memangkas demi mendorong harga,” kata. Kazushige Ohgo, analis di Yutaka Shoji.

Sementara itu, tim teknis International Tripartite Rubber Council (ITRC) tahun ini mengusulkan pemangkasan ekspor karet alam sebesar 300.000 metrik ton. “Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan harga,” papar Oke Nurwan, direktur jenderal perdagangan luar negeri di Kementerian Perdagangan RI.

Pihak dan Malaysia pun kabarnya menyetujui proposal untuk pemangkasan gabungan, sedangkan Thailand masih belum menyetujuinya. “Jika mereka setuju untuk memangkas ekspor dan surplus karet dikonsumsi di dalam negeri, maka hal itu akan menjadi sesuatu yang positif untuk masa depan,” ungkap Hideshi Matsunaga, analis di Sunward Trading, Tokyo.

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian PUPR, dan Kementerian Pertanian sebelumnya dikabarkan tengah mengkaji rencana pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan, guna mendongkrak harga jual karet alam yang sedang menurun. Oleh sebab itu pemerintah sedang mengkaji spesifikasi karet agar memenuhi kualitas sebagai pencampuran aspal.

Dengan peningkatan kualitas karet, diharapkan harga karet dalam negeri bisa naik. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang menargetkan harga karet dalam negeri dapat mencapai Rp 9.000 per kg, naik dari harga karet saat ini Rp 6.000 per kg. “Kita harapkan harga Rp 9.000-Rp 10.000 an lah tapi dengan harga Rp 9.000 sudah bagus lah,” tandasnya.

Loading...