Bursa Saham AS Menghijau, Harga Emas Langsung Jatuh

Harga Emas - blog.e-mas.comHarga Emas - blog.e-mas.com

Jakarta – Pada Jumat jatuh akibat Amerika Serikat atau Wall Street menguat setelah rebound data . Akan tetapi, penurunan harga emas ini teredam oleh perlambatan upah.

Seperti dilansir CNBC melalui Liputan6, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.289,61 per ounce, usai sempat mencapai level terendah sejak 25 Januari 2019 di angka USD 1.280,59 per ounce pada perdagangan Kamis lalu. Harga logam mulia ini telah mengalami penurunan 0,1 persen sepanjang pekan ini. Sementara itu, harga emas berjangka naik 1,3 persen ke posisi USD 1.295,60 per ounce.

Pertumbuhan lapangan kerja AS dari level terendah selama 17 bulan pada Maret telah mendorong aktivitas pada sektor konstruksi, sehingga hal ini sekaligus melenyapkan kekhawatiran akan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 2019. Optimisme tersebut sekaligus berhasil memacu Wall Street untuk melaju ke zona hijau hingga menekan harga emas lantaran para pelaku pasar lebih memilih untuk memindahkan investasinya dari emas ke saham.

“Ini angka yang cukup baik dan pada dasarnya berarti ekonomi AS berjalan cukup baik dan pertumbuhan akan meningkat setelah perlambatan pada kuartal pertama. Ini semua baik untuk ekonomi dan ekuitas, tetapi tidak untuk harga emas,” tutur analis SP Angel Sergey Raevskiy.

Meski demikian, tekanan terhadap harga emas tak terlalu besar karena masih menyisakan stok mereka. Pasalnya, melihat bahwa kenaikan upah lebih lambat pada bulan Maret dan memburuknya kekurangan pekerja.

Di sisi lain, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Sabtu (6/4) cenderung stagnan atau tidak berubah dari perdagangan kemarin, yakni berada di angka Rp 660.500 per gram, dengan harga pembelian kembali atau buyback yang juga tetap di angka Rp 589 ribu per gram. Sementara itu, harga emas batangan cetakan Antam di Pegadaian hari ini berada di angka Rp 697 per gram dan emas cetakan UBS harganya Rp 664 ribu per gram.

Loading...