Bursa China Lanjutkan Transaksi Penarikan, Harga Bitcoin Pulih ke $ 2.500

bitcoin

Meskipun bermasalah dengan skalabilitas, harga naik di atas level 2.500 atau lebih dari Rp 37 juta pada hari Sabtu (3/6) kemarin usai mengalami koreksi dari level tertinggi sepanjang masa di angka USD 2.800. Kenaikan nilai kemungkinan karena spekulasi, khususnya oleh Jepang, di mana perdagangan BTC belum lama ini telah ditambahkan ke z.com yang mengklaim dirinya sebagai salah satu platform valuta asing terbesar di dunia.

Jepang sendiri sejak beberapa bulan lalu telah menyatakan Bitcoin sebagai alat yang sah di negaranya. Deklarasi tersebut dibuat segera setelah mengurangi pertukaran Bitcoin di negaranya sendiri serta memberikan kepada negara tetangga seperti Jepang dan .

China pun akhirnya menyadari bahwa pihaknya telah menyia-nyiakan pasar yang cukup berpotensi, sehingga beberapa bursa besar di China seperti OKCoin, Huobi, dan BTCC resmi kembali memulai transaksi penarikan Bitcoin di China sejak tanggal (31/5) lalu, bertepatan dengan dibukanya perdagangan Ethereum (ETH) pertama di China. Faktor ini pula yang kemungkinan berkontribusi terhadap kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini.

Seketika setelah dimulainya kembali transaksi penarikan oleh tiga bursa besar di pasar pertukaran Bitcoin China, harga Bitcoin mulai berangsur melonjak, pulih kembali ke level USD 2.400. Tiap minggunya harga Bitcoin telah mencatat kenaikan 3 persen, pulih dari koreksi pasar sebelumnya yang menyebabkan penurunan USD 600 dari USD 2.500 menjadi USD 1.900.

Hal yang menarik dari dimulainya kembali penarikan Bitcoin dari 3 bursa besar China ini adalah bahwa transaksi tersebut tidak diperintahkan, diminta, atau disetujui oleh People’s Bank of China (PBoC) selaku bank sentral di negara China. Berdasarkan sumber , Huobi, BTCC, dan OKCoin telah mencapai konsensus mengenai pembaruan anti-money laundering (AML) dan know your customer (KYC), sehingga mereka memutuskan untuk membuka transaksi penarikan bagi seluruh penggunanya.

Loading...