Bursa Asia Bersinar Lanjutkan Tren Positif

Jakarta – Wacana (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuan masih menjadi kabar paling ditunggu oleh para . Meski begitu, wacana ini dinilai berpotensi tinggi untuk meciptakan ekspektasi yang bakal menstimulasi ketidakpastian di .

Guntur Tri Haryanto selaku Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Riset Konsultasi mengerucutkan fokus publik yang lebih tertuju pada jangka waktu yang tersisa sebelum keputusan tersebut benar-benar dijatuhkan. “Tetapi, yang terjadi saat ini adalah lebih kepada jangka waktu dinaikkannya,” jelasnya, kemarin (1/12).

Dalam pandangannya, rencana kenaikan suku bunga dan penguatan AS ini sudah cukup terefleksi dalam penjualan bersih (net sell) sepanjang tahun yang telah mencapai Rp 21 triliun. Ia menilai, dalam hal ini Indeks Saham Gabungan () sudah cukup terkoreksi dalam sepanjang tahun ini.

Di sisi global, bursa saham pada pagi ini (2/12) diketahui bergerak bervariasi setelah seharian kemarin berhasil mengukir tren positif. Indeks gabungan Shanghai di Tiongkok mencatat penguatan sebesar 6,55 poin atau meningkat 0,19% ke level 3.462,85. Indeks Hang Seng di Hong Kong pun membukukan kenaikan 36,65 poin atau meningkat 0,16% ke kisaran 22.418. Hal serupa juga diperoleh oleh indeks Straits Times di Singapura yang melambung 18,44 poin atau naik 0,64% ke level 2.888,70.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang pagi ini malah merosot 46 poin atau setara 0,23% ke level 19.966.40. Indeks Kospi di Korea juga bernasib sama, melemah 4,22 poin atau 0,21% ke level 2.019,71. Pelemahan juga membayangi bursa saham Australia dan bursa Malaysia. Masing-masing indeks S&P200/ASX Australia dan bursa malaysia melemah 0,14% dan 0,18%.

Loading...