Skema Burden Sharing Disepakati, Rupiah Ditutup Menguat

rupiah - banjarmasin.tribunnews.comrupiah - banjarmasin.tribunnews.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada Selasa (7/7) sore didukung kesepakatan antara pemerintah dan Bank untuk berbagi beban atau burden sharing pembiayaan dana penanganan dan pemulihan akibat COVID-19. Menurut data Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda menguat 50 poin atau 0,35% ke level Rp14.440 per AS.

Sementara itu, data yang diterbitkan pagi tadi menunjukkan bahwa kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.456 per dolar AS, menguat 91 poin atau 0,62% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.547 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, rupiah pun terpantau naik 62 poin atau 0,43% ke posisi Rp14.427 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS naik tipis pada hari Selasa, sedangkan mata uang berisiko menambahkan sebagian kecil keuntungan, setelah indeks non-manufaktur yang lebih baik dari perkiraan memberikan dorongan terbaru untuk kepercayaan dalam pemulihan ekonomi di seluruh dunia. Mata uang Paman Sam menguat 0,047 poin atau 0,05% ke level 96,772 pada pukul 11.37 WIB.

Laporan non-manufacturing ISM tentang PMI Bisnis untuk bulan Juni naik menjadi 57,1%, meningkat 11,7 poin dari pembacaan Mei sebesar 45,4%, sekaligus melampaui tanda tanpa perubahan 50% untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 melanda AS. Ini juga melampaui konsensus pasar yang menyodorkan level indeks pada level pas 50,0.

Indeks aktivitas bisnis terdaftar 66%, naik 25 poin persentase dari angka bulan Mei yang sebesar 41%. Sementara, pesanan baru berdiri di angka 61,6%, naik 19,7 poin persentase dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Indeks ketenagakerjaan, meskipun meningkat 11,3 poin persentase, namun masih tetap di wilayah kontraksi di 43,1%.

“Responden tetap khawatir tentang coronavirus dan kerusuhan sipil yang lebih baru,” ujar ketua Institute for Supply Management Non-Manufacturing Business Survey Committee, Anthony Nieves. “Namun, mereka optimistis dengan sikap hati-hati tentang kondisi bisnis dan ekonomi ketika bisnis mulai dibuka kembali.”

Dorongan yang lebih tinggi untuk mata uang berisiko minggu ini datang meskipun penyebaran coronavirus yang cepat meragukan pemulihan global. Dilansir Reuters, wilayah Miami menjadi titik panas terbaru AS untuk menutup kembali pembukaannya, memerintahkan semua restoran tutup pada hari Senin (6/7) ketika kasus COVID-19 melonjak secara nasional, dengan angka kematian mencapai 130.000.

Loading...