Bukan Jeff Bezos, Mansa Musa Orang Terkaya dalam Sejarah Manusia

Raja Mansa Musa - culturacolectiva.comRaja Mansa Musa - culturacolectiva.com

MALI – Orang mungkin lebih mengenal CEO Amazon, Jeff Bezos, Bill Gates, Cornelius Vanderbilt, Andrew Carnegie, atau John D. Rockefeller sebagai orang paling kaya di . Namun, dibandingkan para miliarder tersebut, ternyata ada orang yang memiliki kekayaan lebih banyak. Ialah Mansa Musa, yang dikatakan punya warisan melebihi kekayaannya sendiri, namun telah dilupakan oleh sejarah, setidaknya oleh Barat.

“Pada ke-14, dengan perkiraan kekayaan 400 miliar dolar AS, Mansa Musa atau Musa Keita I menjadi terkenal di seluruh dunia ketika ia memutuskan untuk menunaikan haji ke Mekah, seperti kebiasaan Kaisar Mali pada saat itu,” tulis Maria Isabel Carrasco Cara Chards, seorang history nerd, dilansir Cultura Colectiva. “Ia membawa lebih dari 60 ribu , rombongan ribuan tentara, budak, pelayan, dan bentara dengan sejumlah besar yang akan diberikan kepada orang miskin.”

Lahir pada tahun 1280-an, naiknya Musa ke kekuasaan Mali sebenarnya dimulai ketika Mansa Abubakari Keita II, pendahulunya, memulai ziarah ke Mekah, kewajiban bagi Mali untuk menjaga dan memperkuat iman mereka. Undang-undang menetapkan bahwa mereka harus menunjuk seorang wakil untuk mengurus kekaisaran sementara, dan Musa adalah orang yang dipilih oleh untuk melakukannya.

“Namun, waktu berlalu tanpa ada berita tentang keberadaan raja,” sambung Maria. “Musa lantas mengirim sekitar 2.000 anak buahnya untuk menemukan raja sebelum naik takhta pada tahun 1312. Konon, setelah kunjungan ke Mekah, Abubakari telah memutuskan untuk menjelajahi batas Lautan Atlantik dan tersesat. Pada akhirnya, Musa adalah raja baru, dan ia bertekad untuk membuat negaranya berkembang pesat seperti yang dilakukan pamannya.”

Salah satu ambisi Musa adalah menjadikan kekaisarannya yang terbesar dan terkaya di Benua Afrika. Saat itu, hampir setiap kerajaan di Afrika berkembang pesat secara dan . Namun, bagi Musa, ini belum cukup. Selama masa pemerintahannya, ia berhasil menaklukkan dua puluh empat kota penting di dekat Mali, termasuk Timbuktu, yang ia ubah menjadi salah satu pusat keagamaan Muslim terpenting dengan masjid dan universitas besar.

“Lalu, bagaimana dia bisa mendapatkan semua kekayaan untuk menaklukkan dan membangun masjid itu?” tambah Maria. “Fokus utamanya adalah dan sumber daya alam. Mali benar-benar kaya akan batu-batu berharga, terutama emas, dan garam, yang diekspor ke seluruh benua. Namun, yang membuat orang ini menonjol adalah kemampuannya untuk melihat ke luar. Selain perdagangan barang, ia menaklukkan kota-kota strategis dengan pelabuhan-pelabuhan penting untuk mengendalikan rute perdagangan utama antara Mediterania dan Afrika.”

Sebenarnya, tidak ada seorang pun di luar Afrika yang benar-benar tahu tentang kerajaan Musa sampai karavannya yang megah dan luar biasa datang ke Mekah. Ziarah itu membawanya lebih dari setahun, dan ia memerintahkan pembangunan masjid dan universitas di sepanjang jalan, menjadikannya salah satu penguasa paling berpengaruh dalam sejarah, terutama dalam hal warisan arsitektur dan budaya.

“Salah satu hal yang paling menarik tentang dia adalah seberapa jauh dia dari uangnya, memberikan setara dengan miliaran dolar AS kepada orang-orang miskin yang dia temui, sampai-sampai ada begitu banyak emasnya yang beredar di daerah itu sehingga nilainya menurun secara substansial,” lanjut Maria. “Namun, pada saat yang sama, ia mulai meminjamkan uang kepada pedagang penting di Kairo dan kota-kota penting lainnya, sehingga ia segera mengendalikan emas di Mediterania dan pantai barat Afrika.”

Diyakini bahwa Mansa Musa meninggal pada paruh pertama tahun 1330-an setelah mengabdi selama 25 tahun, ketika Mali menjadi salah satu kerajaan penting pada saat itu. Sayangnya, seperti halnya dengan hampir semua negara Afrika, pada akhirnya, penjajah Eropa mengambil semuanya. Ketenaran Musa dan kekayaan Mali yang terkenal menyebabkan Portugis melakukan serangan laut di kerajaan pada abad ke-15. Kemudian, pada abad ke-19, Prancis benar-benar menjajah negara itu.

Loading...