Buka Beasiswa Khusus Santri, Ini Biaya Universitas Islam Malang Fakultas Kedokteran

Universitas Islam Malang - hoteldekatkampus.comUniversitas Islam Malang - hoteldekatkampus.com

Di Kota Malang, Jawa Timur terdapat beberapa yang menyediakan , salah satunya seperti Universitas Islam Malang (UNISMA). Kedokteran (FK) di Unisma telah berdiri sejak tahun 2005 silam dan hingga kini memiliki cukup banyak peminat. Biaya kedokteran di Unisma pun cukup bersaing dengan perguruan tinggi lainnya.

Adapun untuk tahun akademik 2018/2019, Unisma membuka mahasiswa baru program S1 Kedokteran yang terbagi menjadi beberapa jalur, yakni jalur umum, jalur prestasi akademik, jalur beasiswa, dan jalur pesantren. Seleksi mahasiswa baru dibuka mulai 28 April 2018. Setiap calon mahasiswa dikenai biaya sebesar Rp 750.000 untuk Fakultas Kedokteran.

Biaya kuliah Universitas Islam Malang Fakultas Kedokteran untuk program studi Pendidikan dikelompokkan ke dalam 3 kategori berdasarkan gelombang pendaftarannya. Mahasiswa baru yang mendaftar S1 Kedokteran pada Gelombang I dikenai biaya DPP Rp 220 juta, Gelombang II Rp 245 juta, dan Gelombang III Rp 275 juta. Sementara itu untuk SPP per semester setiap gelombang dipatok sama, Rp 20 juta.

Meskipun biaya pendidikan untuk program Kedokteran tergolong mahal, pihak Unisma tak ingin menutup kesempatan bagi para calon mahasiswa berbakat yang memiliki minat pada bidang tersebut. Terbukti dengan dibukanya program beasiswa untuk Fakultas Kedokteran khusus bagi para santri lulusan SMA/MA jurusan IPA. Program beasiswa khusus lulusan pesantren ini dibuka dari tahun 2012 lalu.

Pada 2012, Unisma hanya memperoleh jatah 40 orang khusus santri yang hendak mengambil jurusan Pendidikan Dokter. Lewat program beasiswa tersebut, Unisma berharap keilmuan para santri dapat ditingkatkan, terutama yang memiliki cita-cita sebagai dokter. “Selama ini para santri kurang diakomodir di Fakultas Kedokteran. Padahal tak sedikit santri yang ingin kuliah di kedokteran. Selain itu mereka juga terkendala biaya,” kata Kepala Humas Unisma Malang, Pardiman, seperti dilansir Kompas.

Jika sudah lulus kelak, para santri lulusan kedokteran tersebut akan ditugaskan untuk mengabdi ke pesantren asalnya selama 2 tahun. “Selain untuk membantu pesantren yang memberi rekomendasi, juga diharapkan bisa membantu warga di sekitar pesantren,” jelasnya. Khusus pendaftar jalur pesantren untuk Fakultas Kedokteran akan dikenai DPP sebagaimana besaran DPP FK pada Gelombang I.

Loading...