Budidaya Ikan Nila di Kolam Air Tenang Ternyata Dianggap Lebih Hemat Pakan

Budidaya Ikan Nila - www.kaskus.co.idBudidaya Ikan Nila - www.kaskus.co.id

Budidaya ikan tawar untuk konsumsi, mulai dari lele, mujair, hingga nila memang bisa dilakukan lewat berbagai cara maupun media. Umumnya sebagian besar pembudidaya memanfaatkan tenang untuk budidaya ikan nila. Pengertian kolam tenang (KAT) sendiri adalah kolam yang perairannya tergenang atau cenderung diam.

Pada dasarnya kolam air tenang terbagi menjadi beberapa , yakni kolam air tenang tradisional/ekstensif yang berasal dari tanah, kolam semi intensif yang dinding kolamnya terbuat dari tembok tetapi bagian dasar kolam dari tanah, dan kolam intensif yang seluruh bagian kolam berasal dari tembok beton. Akan tetapi, kolam air tenang biasanya memakai tanah sebagai substratnya, oleh sebab itu sebagian besar orang menyebutnya kolam tanah.

Jenis ikan yang bisa hidup di kolam air tenang pun sebenarnya ada bermacam-macam, namun selama ini lebih banyak orang yang membudidayakan ikan lele ketimbang nila. Alasannya sederhana, budidaya lele lebih cepat besar dan dapat dipanen hanya dalam jangka waktu 2 bulan saja. Padahal di ikan nila bisa lebih mahal dari ikan lele, yakni Rp 40 ribuan per kilogram (kg) meski masa panennya lebih lama, yakni 4 bulan.

“Memang ikan lele bisa panen setiap dua bulan, sedangkan ikan nila baru bisa dipanen setiap empat bulan. Namun ikan nila memiliki harga dua kali lipat dari ikan lele, harga agen Rp 20.000, kalau sampai ke pasar bisa mencapai Rp 40.000 per kg,” ujar Ketua UPR Kata Ersada, Joseph Ginting, di Dusun III, Desa Biru-Biru, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deliserdang, seperti dilansir Medanbisnisdaily.

Joseph menjelaskan, cara paling mudah memelihara ikan nila adalah memakai kolam tanah lantaran humus tanah bisa dijadikan makanan tambahan untuk ikan nila. “Ikan nila, kolamnya harus lebar. Jika ukuran 4×6 meter persegi maksimal benih yang ditebar hanya berkisar 1.000 ekor. Jika kolam ukurannya hanya 2×3 meter persegi, maka ikannya cukup 500 ekor saja,” katanya.

Sementara itu, untuk air kolam bisa menggunakan air hujan yang didiamkan dulu selama 1 minggu supaya kandungan zat-zatnya bisa turun. Kolam pun harus diberi prebiotic untuk mensterilkan air. “Jika semua sudah dipersiapkan, ikan dimasukkan sesuai dengan ukuran kolam tadi,” paparnya.

Pemberian pakan pun harus dilakukan secara teratur dan kandungan gizi dalam pakan harus diperhatikan. “Setelah empat bulan bisa dipanen, pemasaran ikan nila tidaklah sulit. Banyak yang langsung membeli pada pembudidaya, karena harganya lebih rendah dan ikannya pun pasti masih segar. Biasanya membeli Rp 35.000 per kilogram,” tandas Joseph.

Loading...