Brexit, Inggris Tawarkan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Eropa

Inggris Tawarkan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Eropa - www.dw.com

Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni tampaknya sudah mencapai final. “ Theresa May mengumumkan bahwa Inggris ingin meninggalkan tunggal dan mencari kesepakatan bebas baru dengan Uni . Sekarang Brussel harus berhenti merajuk,” ujar editor DW, Christoph Hasselbach.

Selama beberapa bulan terakhir, perhatian utama adalah apakah Inggris akan tetap berada di pasar tunggal meski memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Uni Eropa sendiri akan menolak jika Inggris memilih untuk tetap tergabung dalam pasar tunggal bila memutuskan untuk . Bahkan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker memberi sebuah peringatan menjelang referendum, “Pembelot tidak akan disambut dengan tangan terbuka!”

Banyak laporan dari Brussel yang masih bernuansa kedengkian, terutama ketika mereka mengacu pada melemahnya pound Inggris atau keinginan untuk menghukum Inggris. Namun sikap tersebut justru akan merugikan Eropa sendiri. Sedangkan eksportir Jerman memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa akses bebas hambatan untuk pasar Inggris tetap diperhatikan. Apalagi mengingat Inggris merupakan pasar internasional paling penting bagi mereka, terutama di bidang .

Setelah didesak untuk mengambil jalan baru, Inggris pun ingin meninggalkan pasar tunggal dan menawarkan Uni Eropa perjanjian perdagangan bebas yang dapat menyimpan sebanyak mungkin perjanjian-perjanjian pada pasar tunggal tetap berada di tempatnya. Pidato May pun cukup menantang. Inggris tak ingin mengemis ke Brussel, melainkan ingin membuka diri untuk melakukan bisnis dengan dunia.

Sementara itu presiden terpilih AS, Donald Trump telah membuat perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan London. Negara-negara lain seperti China dan Brasil juga kemungkinan akan menandatangani perjanjian perdagangan bilateral secara terpisah dengan Inggris.

Beberapa warga Inggris yang setuju dengan Brexit mengaku melakukan langkah ini sebagai cara menekan angka imigrasi yang tidak terkendali. Berbeda dengan di Jerman, orang-orang tidak mengkhawatirkan mereka yang sudah tinggal di Uni Eropa, melainkan orang-orang yang akan menjadi penduduk Uni Eropa di masa mendatang.

Peringatan dari Juncker tentang desersi sendiri cukup kontroversial. “Ide Uni Eropa memang sebuah konsep yang fantastis, namun gagasan itu tidak dapat dipertahankan dengan tekanan dan hukuman, namun harus meyakinkan orang melalui daya tariknya sendiri,” ungkap Hasselbach.

Loading...