BPS Umumkan Deflasi Tertinggi dalam 16 Tahun Terakhir, Rupiah Melonjak 21 Poin

Jakarta – Mengawali perdagangan pada minggu ini, ditutup 21 poin atau setara 0,16% di level Rp 13.159 per AS pada akhir perdagangan Senin (2/5).

Sebelumnya, data yang terpapar di laman Bloomberg menyebut bahwa Rupiah hari ini dibuka pada level Rp 13.203/USD, atau menguat 23 poin (0,17%) dari posisi pembukaan di transaksi hari sebelumnya.

Gerak Rupiah terpantau menguat perlahan setelah menginjak sesi II perdagangan . Awalnya, Rupiah menguat 3 poin (0,02%) di level Rp 13.177/USD pada akhir sesi I perdagangan (pukul 12.00 WIB).

Penguatan Rupiah di pertengahan hari berbanding terbalik dengan pergerakan Indeks Gabungan (IHSG) yang semakin .

Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) juga menyatakan bahwa Rupiah tengah menguat 12 poin dengan berada di posisi Rp 13.192/USD. Kisaran sepanjang perdagangan Senin berada pada level Rp 13.258-13.1326 per Dolar AS.

mengurangi nilai Rupiah, karena adanya kenaikan harga. Deflasi Tidak. Deflasi menyebabkan tekanan Rupiah berkurang. Tapi rupiah masih dibayangi sentimen global, seperti kebijakan dan Fed,” terang Wildan Noor, Ekonom Panin Sekuritas ketika dihubungi awak media, hari ini (2/5).

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik () telah merilis data ekonomi yang menyatakan adanya deflasi sebesar minus 0,45% pada April 2016. Pencapaian ini merupakan yang tertinggi sejak 16 tahun terakhir. Angka ini menyumbang inflasi tahunan menjadi 3,60%. Sedangkan, inflasi tahun kalender 2016 sebesar 0,16%.

Loading...