Bloomberg: Penurunan Harga Minyak Merugikan Malaysia

Harga Texas light sweet – West Texas Intermediate (WTI) turun 2,7 persen setelah pertemuan . Kerugian diperpanjang di bawah $40 per barel pada Senin (07/12), turun sebanyak 81 sen, atau 2 persen, ke $39,16 di NYMEX (New York Mercantile Exchange). mentah Brent di London turun sebanyak 1,3 persen menjadi $42,46.

Kelambanan OPEC dianggap menguntungkan penyuling di kawasan seperti Reliance Industries Ltd. Keuntungan regional dari pengolahan minyak mentah menjadi nafta, yang digunakan untuk memproduksi bensin serta petrokimia, telah melonjak ke tingkat tertinggi setidaknya sejak Mei, menurut data yang dikumpulkan oleh . Jepang, minyak terbesar kedua di Asia, membelanjakan rata-rata $47,88 per barel pada bulan Oktober untuk persediaan, turun dari $ 113,47 pada bulan Januari 2014, menurut data dari Kementerian Keuangan.

, eksportir minyak terbesar di wilayah Asia Selatan, mungkin yang cukup merugi dengan perkembangan itu. Di saat harga minyak mentah runtuh, turun menjadi 73 persen, dari 78 persen pada bulan Juni 2014, dan surplus berjalan negara turut menyusut, menurut Bloomberg Intelligence.

Sementara, yang juga merupakan salah satu penghasil minyak mentah terbesar di kawasan itu, memiliki nasib yang agak berbeda. Faktor dorongan untuk belanja konsumen rumah tangga dari jumlah penduduknya yang jauh lebih besar akan membantu mengimbangi dampak berkurangnya pendapatan ekspor yang menurun, menurut prediksi Bloomberg Intelligence.

Kelebihan pasokan minyak mentah kemungkinan akan berlanjut di tahun depan. Pasalnya, Iran yang selama bertahun-tahun di bawah sanksi terkait program nuklirnya, telah berjanji untuk mengangkat produksi sebanyak 4 juta barel per hari pada akhir 2016. [blo/yud]

Loading...