Bitcoin Terus Anjlok di Bawah $ 8.000, Mungkinkah Ini Ulah Para Pemain Besar?

Mining Bitcoin - grid.id

hari ini, Minggu (18/3) melemah 2,20 persen ke level USD 7.688,91 atau sekitar Rp 105,7 jutaan per 1 BTC setelah dibuka pada angka USD 7.862,11. Sepanjang hari ini, Bitcoin telah diperdagangkan pada rentang angka USD 7.559,26 hingga USD 7.877,10 dengan pangsa sebesar USD 130 miliar.

Selama 24 jam ini kisaran harga bitcoin bergerak cukup sempit antara USD 7.900 hingga USD 8.400. Pergerakan harga bitcoin sejauh ini menunjukkan penurunan di bawah USD 8.000 meskipun belum menembus level terendah sebelumnya. Ada salah satu alasan yang membuat harga bitcoin belakangan ini, yakni berkaitan dengan isu bangkrutnya pertukaran Mt.Gox.

Isu ini membuat para pemain besar dalam bitcoin atau yang biasa disebut ‘Whale’ atau ‘paus’ berusaha memainkan harga pasar dengan membuat nilai bitcoin turun sedalam mungkin untuk kemudian melakukan saat harganya benar-benar jatuh.

Alasan kedua bisa saja karena larangan iklan berkaitan dengan yang digagas oleh Google baru-baru ini, serta kemungkinan banyaknya Amerika Serikat yang menjual koin mereka demi menghindari kemungkinan capital gain pada kripto.

Seluruh sentimen tersebut dinilai membuat gerak bitcoin cenderung terbatas. Lebih lanjut Tom Lee dari Fundstrat menyebutkan bahwa pendapatan dari mining Bitcoin kini semakin rendah karena kegiatan tersebut dinilai kurang menguntungkan terutama di tengah anjloknya harga bitcoin saat ini. Dam Doctor menambahkan, penggantian dari proses mining ini juga relatif tinggi. “Hal ini terjadi karena dibutuhkan lebih dari separuh keseluruhan dari pertambangan,” ujar Doctor, seperti dilansir CNBC.

Doctor juga mengatakan jika kemungkinan para miners akan menghentikan operasi penambangan mereka apabila harga Bitcoin turun ke level USD 4.000 atau USD 3.000. Meski demikian, para miner di China disebutkan akan melanjutkan kegiatan mining mereka bahkan ketika BTC turun ke tingkat harga di mana mereka akan kehilangan uangnya.

Di sisi lain, biaya yang besar dari proses mining kripto membuat sejumlah kritikus khawatir akan besarnya dampak negatif terhadap lingkungan dibandingkan keuntungan yang didapatkan. Oleh sebab itu Cointelegraph melaporkan jika kini ada pilihan seperti energi terbarukan yang dinilai tidak akan menimbulkan masalah untuk manajemen kelistrikan.

Loading...