Bitcoin Mulai Pulih, Ethereum Kembali Anjlok Karena Lambatnya Progres Constantinople

Harga bitcoin hari ini, Minggu (9/12) naik 0,99% ke posisi USD 3.422,93 atau sekitar Rp 49,7 jutaan per 1 BTC - toshitimes.com

hari ini, Minggu (9/12) naik 0,99% ke posisi 3.422,93 atau sekitar Rp 49,7 jutaan per 1 BTC setelah dibuka pada level 3.387,91. Sepanjang hari ini, telah bergerak pada kisaran angka USD 3.251,84 hingga USD 3.475,93 dengan kapitalisasi sebesar USD 59,61 miliar, berdasarkan CoinDesk. Dalam kurun waktu 24 jam, dilaporkan mengalami pemulihan sebesar 7% untuk menghindari penurunan tajam di bawah support level USD 3.000.

Sementara itu, () terpantau mencatat kenaikan 15% dari level terendah hariannya. Sayangnya pada hari Minggu ini terpantau berada pada posisi harga di bawah USD 100, tepatnya USD 91,38, turun 2,95 persen setelah dibuka di USD 94,24 dengan pangsa pasar di kisaran USD 9,47 miliar.

“Tren pembalikan jangka pendek bisa dicapai dalam beberapa hari mendatang apabila aset mulai menunjukkan stabilitas,” kata David Puell, seorang analis Bitcoin dan pasar, seperti dilansir CCN. Puell menambahkan, sampai harga bitcoin dapat melampaui tingkat resistensi utama di atas level USD 3.700, tidak mungkin untuk menyatakan secara pasti bahwa dasar yang tepat ditetapkan untuk memulai reli jangka menengah.

Di sisi lain, hard fork dari ethereum sudah begitu lama dinantikan oleh para . Hard fork ethereum, Constantinople mulanya dijadwalkan untuk rilis pada tahun ini, namun ditunda pada Januari tahun 2019 depan karena masalah konsensus yang terjadi pada bulan Oktober tahun 2018 ini saat uji coba upgrade pada Ropsten testnet. Fork baru ethereum ini kemungkinan besar akan terjadi pada 14 Januari 2019 dengan mempertimbangkan waktu blok 14,3 detik.

Constantinople meliputi 5 rencana perbaikan pada ethereum untuk mengurangi transisi dari Proof of Work menjadi algoritma Proof of Stake. Setelah fork dimulai, pada dasarnya akan mengubah ethereum blockchain dengan upgrade node sinkron ke seluruh sistem.

Akan tetapi ethereum akhir-akhir ini banyak dikritik lantaran penundaan panjang dalam rilis pembaruan teknologi hard forknya. Menurut banyak anggota komunitas, blockchain lainnya mengambil alih posisi ethereum karena lambatnya progres ether. Oleh sebab itu banyak orang mulai beralih ke blockchain baru seperti Stellar dan Tron.

Loading...