Bisnis Waralaba, Indomaret Tawarkan Keuntungan 7 Persen per Bulan

waralaba atau franchise menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menggiurkan di Indonesia. Di tahun 2017 ini, waralaba bahkan diperkirakan tumbuh sekitar 10 hingga 20 persen menjadi Rp189 triliun hingga Rp192 triliun, dari estimasi tahun 2016 lalu yang mencapai angka Rp172 triliun.

Dari sekian franchise yang mengalami perkembangan cukup signifikan, salah satu yang cukup menonjol adalah Indomaret. Tahun 2016 lalu, Indomaret berhasil membukukan penjualan sekitar Rp48 triliun, sedangkan hingga akhir 2016, target yang dipatok sekitar Rp58 triliun. Untuk tahun 2017 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan sekitar 20 persen.

“Untuk mencapai target tersebut, paling tidak kami akan menambah sekitar 1.600 outlet di tahun yang ini,” jelas Direktur Marketing PT Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf. “Penambahan jumlah outlet juga untuk memperkuat jaringan yang sudah ada dan membuka daerah-daerah .”

Melihat kenyataan tersebut, terbuka peluang bagi mereka yang ingin membuka gerai Indomaret di tempat-tempat yang dinilai strategis. Untuk membuka bisnis franchise ini, tentunya ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi, seperti menyediakan ruang usaha, memiliki NPWP, hingga waralaba selama lima tahun dan peralatan toko.

Untuk biaya investasi bisnis Indomaret ini, kita bisa melihat pengalaman Zeda M. Martono, pengusaha asal Cibubur yang kini telah memiliki 8 gerai Indomaret. Memulai bisnis pada tahun 2000, saat itu Zeda menginvestasikan modal awal sebesar Rp300 juta, sedangkan untuk toko yang sudah berjalan dan di-take over dari Indomaret membutuhkan biaya sekitar Rp400 juta hingga Rp600 juta untuk wilayah Jabodetabek.

“Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari franchise yang ada di Serang, yaitu di Anyer dan Sunan Ampel, yang masing-masing memperoleh margin profit atau keuntungan mencapai 7 persen per bulan,” kata Zeda. “Sementara, omzet terendah sekitar Rp7 juta per hari, dan paling tinggi bisa mencapai Rp13 juta hingga Rp14 juta per hari.”

Loading...