Bisnis Nasi Bungkus Murah Meriah Mampu Datangkan Banyak Konsumen

Nasi bungkus Bu Poer di Banyuwangi - travel.kompas.comNasi bungkus Bu Poer di Banyuwangi - travel.kompas.com

Ragam yang bisa dijadikan untuk berbisnis memang sangat banyak macamnya. Jika tak punya modal yang terlalu besar, nasi bungkus kecil-kecilan mungkin bisa menjadi . Selain murah dan praktis, nasi bungkus juga banyak sekali peminatnya.

Di , Nasi Bungkus Bu Poer yang berada di Jl. PB Sudirman bahkan sudah berhasil menjaring banyak sekali kalangan masyarakat, mulai dari masyarakat setempat, , hingga kalangan pejabat seperti Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bu Poer menyediakan beragam jenis nasi, mulai dari nasi jagung, nasi putih, nasi gurih (uduk), dan nasi merah. yang ditawarkan pun juga relatif terjangkau, hanya mulai Rp 5.000 saja per porsi. “Jika mau tambah lauk juga boleh ada macam-macam mulai tahu fantasi, ikan , telur dadar, oseng-oseng mercon, dan berbagai jenis sayuran. Harganya beda-beda tapi sangat terjangkau,” ujar Purnomowati, sang pemilik warung, seperti dilansir Kompas.

Meski baru merintis bisnis nasi bungkus tersebut selama 2 tahun, Bu Poer mengaku sudah mempunyai banyak langganan tetap. “Banyak yang ke sini mulai dari orang luar kota sampai bule-bule. Ada yang makan sini, ada juga yang pesen nasi bungkus dibawa pulang. Ya, yang favorit ya nasi bungkus sambal ijo,” jelasnya.

Bahkan Bu Poer juga mengatakan jika Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa kali mengajak keluarganya untuk makan di warung tersebut. “Kalau Bu Dani, istrinya Pak Anas sukanya pesan nasi merah. Sering sekali. Kalau nggak ke sini langsung, ya biasanya nyuruh orang buat belikan,” tuturnya.

Selain Warung Bu Poer di Banyuwangi, bisnis nasi bungkus lain yang juga sukses adalah penjual nasi bungkus di pinggir Jl. Mojopahit Sidoarjo. Nasi bungkus yang seharga Rp 3.500 tersebut menawarkan berbagai menu lauk seperti ayam, daging, telur dadar, rempela ati, tongkol, kari ayam, dan ayam panggang.

Bisnis nasi bungkus yang dirintis oleh Antok Matulesi sejak tahun 2010 ini memang cukup sukses. Dalam sehari ia mampu menjual sekitar 1.500 nasi bungkus dan omzet yang diperoleh bisa mencapai Rp 6 juta per hari. “Pembelinya juga macam-macam, bahkan dokter di RSUD Sidoarjo juga pernah pesan di sini,” tandasnya.

Loading...