Bisa Jadi Alternatif Bahan Bakar, Harga Tabung Gas CNG Dijual Lebih Mahal dari LPG

Tabung Gas CNG - beritagresik.comTabung Gas CNG - beritagresik.com

selama ini terbilang sukses melakukan perubahan kebiasaan penggunaan tanah ke LPG atau elpiji di . Sayangnya bahan baku liquid petroleum gas (LPG) di Indonesia cukup langka. Oleh sebab itu, untuk memberikan alternatif energi murah, pemerintah mulai menggalakkan pemakaian Bahan Bakar Gas (BBG) yang dialirkan langsung ke , pusat , dan rumah tangga. Bahkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana untuk mulai menjual compressed natural gas (CGN) dalam tabung demi mengurangi beban LPG negara.

Nantinya, CNG bisa menjadi alternatif energi selain kompor listrik dan elpiji yang dipasarkan oleh Pertamina. PGN masih melakukan kajian mengenai target pasar, , dan lokasi CNG di Indonesia. Menurut Division Head Corporate Communication PGN, Desy Anggia, nantinya tak akan ada persaingan antara PNG dan Pertamina dalam hal pasar CNG, elpiji, atau kompor listrik. Pasalnya ketiga hal itu diharapkan bisa saling melengkapi.

“Karena itu bertujuan untuk mengurangi impor elpiji yang menyebabkan harga mahal dan, tentu, juga membebani Pertamina. Diharapkan program ini merupakan ntuk sinergi BUMN untuk mencapai kedaulatan energi. (Selain itu) targetnya juga untuk komplemen terhadap kompor listrik atau yang belum bisa dilayani dengan kompor listrik, jadi saling melengkapi,” jelas Desy.

Sebagai , CNG dan LPG merupakan bahan bakar yang sama-sama berasal dari gas alam. Bedanya, CNG didominasi oleh metana dan etana serta dikompresi tanpa mengubahnya menjadi cair. Sementara itu, elpiji didominasi campuran propana dan butana, serta memiliki massa lebih besar. Tetapi, walaupun sama-sama gas alam, baik CNG maupun LPG mempunyai karakter dan penanganan yang berbeda. CNG membutuhkan tempat penyimpanan besar dan tekanan sangat tinggi, sedangkan elpiji dapat dicairkan dalam tekanan lebih rendah dan lebih mudah disimpan.

Meski demikian, saat ini produk CNG dalam tabung berhasil dipasarkan sekitar 5.000-7.000 meter kubik per bulan dan sasaran pasarnya berasal dari pengusaha restoran, rumah sakit, dan perhotelan. “Produk CNG lebih dipilih karena memberikan guaranty safety tabung gasnya dan harganya lebih bersaing, yakni Rp 5.000 per kg. Dan tabungnya juga tersedia dalam ukuran 12 kg hingga 50 kg,” jelas Wahyudi Anas, Group Head Bisnis Unit Gas Product PT PGN.

Sementara itu, harga tabung gas CNG yang diimpor dari China memang cukup mahal. Di Indonesia harga tabung gas CNG impor tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 3,4 jutaan, sedangkan yang bekas (second) merek BTIC kapasitas 55 liter Rp 1,25 juta. Harga BBG dalam bentuk CNG yang dipasarkan PGN sendiri memang lebih mahal dari harga gas untuk komersil yang dijual Rp 3.200 per kg. Menurut Wahyudi, mahalnya harga BBG tersebut karena adanya proses pengemasan dari gas menjadi CNG.

Loading...