Bisa Ditukar Lewat Bank atau Money Changer, Berapa Harga HKD Hari Ini?

Ilustrasi : 10 Hong Kong Dollars - www.videoblocks.com

Pada perdagangan terakhir tanggal 30 November 2018 lalu, rupiah berhasil memimpin penguatan di kawasan Asia ke level Rp 14.302 per AS. Penguatan ini disusul sejumlah lain seperti baht Thailand yang menguat 0,09 persen, yen Jepang 0,03 persen, renminbi (RMB) China 0,02 persen, dan dolar (HKD) 0,01 persen.

Adapun harga kurs jual HKD terhadap rupiah berdasarkan data BCA hari Jumat (30/11) lalu berada di angka Rp 1.843,55 per 1 HKD, sedangkan untuk kurs beli sebesar Rp 1.813,55. Sementara itu, berdasar data Mandiri, kurs jual Hongkong Dollar ditetapkan sebesar Rp 1.824,00 dan kurs beli Rp 1.847,00. Harga HKD hari ini bisa mengalami perubahan sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi .

Penukaran valuta asing (valas) semacam HKD bisa dilakukan melalui bank dengan rate yang bersaing atau bisa juga melalui resmi. Akan tetapi (BI) menetapkan bahwa hanya bank dan money changer yang boleh membawa kertas asing atau bank note keluar atau masuk Indonesia dengan nilai setara Rp 1 miliar atau lebih.

Apabila ada perusahaan lain dan perorangan yang membawa lebih dari Rp 1 miliar, makan akan dikenai denda akumulasi 20% atau maksimal Rp 600 juta, yakni sanksi 10% berdasarkan peraturan Bank Indonesia dan 10% berdasarkan peraturan .

“Hal ini antara lain agar BI memiliki data mengenai jumlah uang kertas asing yang dibawa keluar atau masuk Indonesia, untuk apa, dan siapa yang membawa. Ini gunanya banyak, seperti dalam tiga bulan ke depan Bank Sentral dapat memperkirakan berapa kebutuhan dolar Amerika Serikat atau secara umum, untuk kebijakan moneter stabilisasi nilai tukar rupiah. Selama ini, untuk transaksi lewat bank dan money changer — yang operasinya harus izin BI — sudah dilaporkan,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Devisa Bank Indonesia Rudy Brando Hutabarat, seperti dilansir Beritasatu.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan bahwa peraturan ini juga dilakukan untuk mengurangi kebutuhan dolar AS yang sebenarnya tidak perlu dan dapat menambah tekanan pelemahan rupiah karena kebutuhan dolar di dalam negeri yang berlebihan.

Loading...