Bisa Dipelihara Tanpa Kandang, Harga Kakatua Mini Rp2 Jutaan

Kakatua Mini - animaljournal.ruKakatua Mini - animaljournal.ru

BANGKA – Kakatua merupakan salah satu burung yang menjadi , karena dianggap memiliki intelegensi di atas rata-rata dan mudah beradaptasi. Ada banyak jenis kakatua yang berkembang di Indonesia, salah satunya kakatua mini yang bisa dipelihara tanpa menggunakan kandang. Di , burung yang bisa punya ikatan batin dengan pemiliknya tersebut berada di kisaran Rp 2 jutaan untuk usia 3 bulan.

“Kakatua mini atau cockatiel bisa menjadi alternatif hewan peliharaan selain anjing dan kucing,” ujar Amalia Ulil dari komunitas Pump Pump Kin Kin, seperti dilansir Tribun News. “Karena, perilaku burung ini sama dengan anjing dan kucing, kita bisa memelihara dengan dilepas dan ada kandang untuk tidur. Kalau di luar negeri, cockatiel menjadi hewan kedua yang dipelihara setelah anjing dan kucing.”

Burung kakatua mini dapat Anda lepas di dalam . Burung ini akan terbang di sekeliling dan hinggap di dekat Anda. Cockatiel tidak akan kabur karena hewan jinak tersebut sudah memiliki ikatan batin dengan pemiliknya. Tetapi, bukan berarti burung tersebut tidak bisa terbang ke luar. Namun, dipastikan bahwa cockatiel akan kembali dan mencari si .

“Burung ini bisa menjadi solusi bila ingin memelihara hewan, namun tidak suka bau,” timpal lainnya bernama Natasha. “Selain tidak memiliki bau, burung tersebut juga ramah dan suka bersosialisasi. Jadi, perbanyak quality time ketika memelihara burung ini, ajak main-main dengan Anda supaya lebih dekat dan jinak.”

Jika Anda berminat memelihara burung yang satu ini, kakatua mini sudah bebas di pasaran, baik di pasar burung maupun situs jual beli dan forum online. Untuk kakatua mini berusia 3 bulan, harganya berada di kisaran Rp2 jutaan hingga Rp2,5 jutaan per ekor. Sementara, untuk yang masih anakan, harganya sekitar Rp750 ribuan sampai Rp1,3 jutaan per ekor.

“Kakatua diminati masyarakat karena memang berbeda dari jenis burung lain, punya intelegensi di atas rata-rata dan mudah beradaptasi,” kata Muhammad Piter Kombo, salah seorang petugas di Burung TMII. “Dengan intelegensi yang lebih tinggi dibanding burung lain, kakatua lebih mudah untuk dilatih dan lebih cepat akrab dengan manusia.”

Loading...