Bisa Dilakukan Melalui ATM, Biaya Transfer Sesama BNI Gratis

layanan, di, bank, transaksi, nasabah, transfer, dari, kepada, rekening, sesama, melalui, ATM, tidak, dikenai, biaya, gratis, antar, link, bersama, prima, perbankan, GPN, debit, logo, Juni, 2018, lebih, murah, jaringan, bniTransaksi nasabah di loket teller BNI (instagram: @arjuna_srikandi_bni)

Setiap di bertujuan untuk memudahkan yang dilakukan nasabahnya. Salah satunya adalah . bisa dilakukan sesama bank (bank yang sama), dan bisa juga dilakukan antar bank (bank asal dan tujuan berbeda). Misalnya, Anda melakukan dari dan ke rekening BNI atau bisa dikatakan sesama BNI melalui , maka tidak dikenai biaya alias gratis.

Tetapi, untuk transfer ke bank berbeda (antar bank), BNI membebankan biaya untuk setiap transaksinya, bagi nasabahnya. Transaksi transfer ke bank lain melalui jaringan Link, ATM Bersama, dan PRIMA, akan dikenai biaya sebesar Rp 6.500 per transfer. Informasi tersebut berdasarkan situs resmi BNI di bni.co.id.

Untuk melakukan transfer, Anda bisa melakukannya di ATM. Caranya cukup mudah, yaitu memasukkan kartu ATM ke dalam mesin, pilih bahasa yang akan digunakan, masukkan PIN, pilih transaksi transfer, dan pilih apakah sesama BNI atau bank lain, kemudian masukkan nomor rekening tujuan, nominal, dan tunggu hingga transaksi Anda selesai diproses.

Bagi Anda yang sering melakukan transfer sesama bank, seperti dari dan ke sesama rekening BNI, mungkin tidak merasa keberatan, karena biayanya gratis. Tetapi, bagi Anda yang sering melakukan transfer antar bank via ATM, kini juga tidak perlu khawatir. Hal itu dikarenakan, kabarnya mulai Juni 2018, biaya transfer antar bank akan turun menjadi Rp 4.000 sekali transaksi.

Tidak hanya di ATM, penurunan biaya juga terjadi di mesin EDC. Di mesin tersebut, biaya transaksi merchant discount rate (MDR) hanya sebesar 0,15 persen untuk bank yang sama (on us), dan 1,0 persen untuk bank berbeda (off us). Penurunan biaya tersebut dikarenakan jalannya program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

Sampai saat ini, setidaknya sudah ada beberapa bank yang merancang berlogo GPN, menyiapkan infrastruktur serta jaringan pendukung, baik pada mesin ATM maupun EDC. Hal itu diakui oleh Deputi Direktur Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan, M. Seto Pranoto.

Ia mengungkapkan bahwa BI akan mengecek langsung kepesertaan bank, berikut kartu debit GPN, dan infrastruktur penunjangnya. Dikarenakan GPN akan berjalan jika bank sistem atau jaringan bank yang menjadi peserta sudah siap. “Sehingga GPN itu berjalan dengan maksimal,” imbuh M. Seto Pranoto.

Ia juga menyebutkan bahwa biaya transaksi akan menjadi lebih murah dibanding melalui ATM Prima, Link, MasterCard, maupun VISA. Bank yang ikut menjadi peserta GPN, transfer sesama bank tetap gratis alias tidak dikenakan biaya. Sementara, jika antar bank ada biayanya, namun lebih murah.

“Tetap ada biaya, kan mereka ada biaya listrik, investasi, pengelolaan sistem, dan lain sebagainya. Tapi tentu lebih murah, seperti transfer antar bank dari Rp 6.500 per transaksi menjadi Rp 4.000,” katanya.

Seto menjelaskan bahwa GPN ini sebagai wujud interkoneksi (saling terhubung) antar-switching dan interoperabilitas. Langkah ini akan membuat perbankan lebih efisien dalam hal pembangunan jaringan mesin ATM. “GPN tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/10/PADG/2017, tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN),” jelasnya.

Loading...