Bisa Diisi Ulang atau Ditarik, Berapa Saldo Minimal Driver Gojek untuk Withdraw?

Driver Gojek - selular.idDriver Gojek - selular.id

Seperti halnya , para driver Go-Jek juga perlu melakukan untuk mengisi saldonya. tersebut kelak juga bisa dicairkan atau ditarik (withdraw) sebagai penghasilan sang driver Gojek setelah ‘narik’ atau mengantar-jemput penumpang.

Cara top up atau isi ulang saldo driver Gojek bisa dilakukan melalui ritel layaknya Alfamart, Alfamidi, bank, dan sebagainya. Besaran saldo atau deposit minimal yang dapat di-top up adalah Rp 20.000. Kemudian driver Gojek juga bisa mengisi deposit dalam nominal lain seperti Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, Rp 300.000, Rp 400.000, dan Rp 500.000. Saat melakukan top up lewat Alfa Group, driver Gojek akan dikenai administrasi Rp 2.000.

Sementara itu, untuk withdraw atau penarikan saldo driver Gojek bisa dilakukan melalui berbagai bank seperti CIMB Niaga, BCA, atau sebagainya. penarikan per hari tidak dibatasi, sehingga driver Gojek bisa melakukan withdraw beberapa kali sekaligus dalam 1 hari. Namun maksimum penarikan yang dapat dilakukan adalah Rp 3 juta per hari.

Tetapi juga driver Gojek memiliki cicilan atribut, maka minimal saldo atau deposit yang harus tersisa adalah Rp 50.000, kemudian bila memiliki cicilan biasa (HP) minimal deposit yang tersisa adalah Rp 150.000, dan jika memiliki cicilan motor maka saldo minimal driver Gojek yang harus tersisa adalah Rp 250.000. Ketentuan ini berlaku untuk pengguna Rekening Ponsel CIMB Niaga dan BCA Corporate.

Dalam beberapa kasus, terkadang ada deposit yang bermasalah sehingga menyebabkan isi saldo sang driver Go-Jek menjadi minus. Rupanya hal semacam ini disebabkan oleh perilaku negatif segelintir driver sendiri. Menurut Vice President Bidang Operasional PT Go-Jek Indonesia, Tadeus Nugraha, perilaku negatif yang sering ditemukan adalah order fiktif atau menerima order hanya untuk melayani keluarga. “Kami memang memberikan sanksi untuk driver yang curang, tetapi jumlah mereka tidak banyak, cuma satu persen,” ujar Tadeus di Jakarta Selatan, seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut Tadeus menjelaskan jika order fiktif semacam itu paling mudah diketahui oleh manajemen. “Ini bisa dilihat kalau dia menyelesaikan satu ordernya hanya beberapa detik, atau dalam sehari bisa menyelesaikan order sampai 500 kilometer,” tuturnya.

Selain itu, driver Gojek yang terlalu banyak mengajukan pinjaman uang ke juga berpotensi menerima saldo nol rupiah. Biasanya beberapa driver mengajukan pinjaman untuk membeli barang-barang tangga seperti TV, kulkas, dan sebagainya. “Biasanya kalau seperti ini kami potong dari honornya,” ucapnya.

Loading...