Bisa Dibuat Menjadi Aksesoris Hingga Barang Antik, Harga Kuningan Sari Per Kg Dibanderol Rp 300 Ribuan

harga, kuningan, sari, per, kg, aksesoris, barang, antik, cara, membersihkan, disikat, HCL, deterjen, bahan, desain, ukir, penatahan, sepuh, waktu, perlengkapan, kantor, bekas, pakai, baru, di, pasaranKuningan sari dijual dalam bentuk batangan (sumber: fjb.kaskus.co.id)

Di , sari dalam bentuk . per kg sekitar Rp 300-340 ribuan. Mungkin saja ada yang menjual lebih mahal, atau bahkan lebih murah. Kuningan sari bisa dibuat menjadi barang , ada pula yang membuatnya menjadi perlengkapan kantor.

Untuk membelinya, salah satu caranya adalah mencari informasi penjual online. Di beberapa situs, sudah banyak yang menjualnya. Dalam mengetes kadar kuningan, penjual online memberikan cara dengan menggunakan raksa berwarna hijau.

Jika tidak ingin membeli yang baru, Anda juga masih bisa membeli kuningan sari bekas pakai. Harga yang dibanderol bervariasi. Ada yang menjual Rp 50 ribu (untuk batangan), Rp 350 ribu (untuk kuningan sari berbentuk patung), bahkan ada yang menjual sampai Rp 650 ribu. Informasi harga dan barang yang dijual, bisa dicari secara online.

Untuk merawat benda-benda dari kuningan, beberapa orang masih merasa ragu-ragu, karena khawatir bisa merusaknya. Menurut Madun, seorang penjual barang antik dari kuningan mengatakan bahwa membersihkan benda dari kuningan, terutama benda antik itu boleh-boleh saja dilakukan, asalkan mengetahui caranya.

Biasanya, Madun membersihkan barang dagangannya bersama rekannya, Bagol. Pedagang di Barang Antik, Jalan Surabaya, Jakarta Pusat itu menunjukkan cara membersihkan barang antik berbahan kuningan yang benar.

“Iya, ini lagi dibersihkan. Caranya, disikat-sikat saja,” ujar Madun sambil menyikat barang antik. “Kalau kuningan gini, olesin HCL dulu, baru disikat pakai air deterjen. Nanti, lama-lama bersih,” tambahnya.

Madun menjual sekitar 200 barang antik di dalam tokonya. Rata-rata barang yang dijual berbahan kuningan dan tembaga. Bagol, rekan Madun mengatakan bahwa harga jual barang antik terbilang bervariasi.

“Di sini itu paling murah Rp 50 ribu, seperti sendok. Dan, yang paling mahal itu lampu, harganya Rp 5 juta,” ucap Bagol.

Sementara itu, berbeda dengan Madun dan Bagol yang mungkin bertindak hanya sebagai penjual, Yuli Wijayasari, tidak hanya sebagai penjual, tetapi ia juga selaku pengrajin. Di tangan Yuli, kuningan bisa dibuat aksesoris.

“Orang tua saya dulunya juga perajin kuningan dan juga tembaga. Lalu, saya mencoba mengaplikasikan untuk dibuat menjadi aksesoris,” ujar Yuli.

Yuli mengombinasikan bahan berupa kuningan dan tembaga dengan -batuan yang berasal dari Wonogiri. Dari bahan-bahan itu bisa dibuat gelang, kalung, bros, hingga anting. “Sebenarnya tatahannya sendiri sederhana. Namun, berbagai motif dibuat elegan sehingga banyak diminati dan menjadi bahan bidikan di pasar luar maupun dalam negeri. Kalau untuk yang luar negeri, saya jual melalui online,” ujar Yuli.

Untuk waktu pengerjaan, Yuli membutuhkan beberapa hari. Aksesoris dengan desain cukup rumit bisa memakan waktu satu minggu. Saat ini, dirinya dibantu oleh beberapa orang karyawan dengan tugas tertentu.

“Perajinnya sendiri-sendiri. Mulai dari penatahan atau ukir, patri, sepuh, tukang batu ada sendiri dan yang meronce juga sendiri,” tambah Yuli.

Loading...