Bisa Custom Nama, Harga Donat Madu Ultah 1 lusin Rp70 Ribuan

harga, donat, madu, ultah, 1, lusin, ulang tahun, momen, perayaan, kue, cake, roti tart, pembeli, custom, nama, khas, Bandung, pemilik, Cihanjuang, omzet, per, bulan, franchise, kemitraan, pengelola, waralaba, investor, adonan, karyawan, promosi, kuliner, unik, menjual, varian, rasa, usahaDonat Madu 1 lusin (sumber: Tokopedia)

Cake, atau memang sudah menjadi bagian dari setiap perayaan, atau sebagai bentuk ungkapan suka cita menyambut sebuah momen. Cake pasti akan selalu ada saat perayaan ulang tahun atau hari raya. Di Indonesia, cake sangat besar. Setiap ulang tahun, pasti orang Indonesia beli cake untuk tiup lilin. Bahkan, Lebaran pun juga ada cake. Setiap Tahun Baru dan Natal juga pasti ada cake. Tak melulu kue tart, momen ultah pun bisa dirayakan dengan Madu yang memiliki cita yang nikmat.

Donat Madu menjadi pilihan baru pecinta kuliner donat, selain Dunkin Donuts dan Jco Donuts yang telah lebih dulu dikenal oleh masyarakat. Menu Donat Madu yang banyak dipesan saat ini adalah Donat Madu Ulang Tahun. Keunikan Donat Madu Ultah ini, pembeli bisa menuliskan nama di setiap donat yang dipesan. 1 lusin Donat Madu khas Bandung berkisar antara Rp70 ribuan – Rp80 ribuan.

“Aku suka sama Donat Madu karena bisa custom nama gitu, jadi kalau ada teman yang ultah tinggal pesan H-1 atau pesan pagi diambil sore juga bisa. Harganya kalau custom untuk 1 lusin donat ditambah Rp10 ribu dan kalau ½ lusin Rp5 ribu. Tiap jam selalu produksi jadi donatnya selalu fresh from the oven,” ucap salah seorang pelanggan.

Saat ini, jumlah pelaku donat itu sudah tidak terhitung banyaknya. Mulai dari pedagang kelas kaki lima, kelas gerai, hingga kelas restoran. Ramainya penjaja donat juga menggambarkan ketatnya persaingan di ini. Tidak ada pemain baru di ini, pun pemilik Donat Madu, yakni Ridwan Iskandar beserta istrinya Fanina Nisfulaily yang dengan berani ikut nimbrung di donat. Pasangan ini mempunyai racikan baru dengan menambahkan madu pada adonan donat. Butuh waktu satu tahun bagi mereka meracik donat dengan campuran madu. Ridwan menggunakan madu asli Sumbawa.

Setelah diuji coba dengan hasil meyakinkan, pasangan ini pun memberanikan diri membuka gerai di Jalan Cihanjuang No. 158 A Cimahi, Jawa Barat, Mei 2010 lalu. Karena itu donat mereka diberi nama Donat Madu Cihanjuang.

Meski masih terbilang baru, Donat Madu Cihanjuang ternyata cocok di lidah warga Cimahi. Hingga sekarang ini, Ridwan telah memproduksi 27 varian donat, di antaranya rasa almond, durian, pisang, choco crispy, lemon, dan lainnya.

Setahun beroperasi, Ridwan memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan cara kerja sama kemitraan. Ridwan menilai, kemitraan tersebut berjalan sukses. Sebagai bukti, gerai Donat Madu itu semuanya ramai pengunjung.
Ridwan ingin mengembangkan usaha dengan cara waralaba sejak Juli 2011 lalu. Ridwan membuka waralaba hanya dengan investasi sebesar Rp10 juta. Nilai investasi itu untuk mendapatkan hak atas penggunaan merek Donat Madu Cihanjuang, pelatihan karyawan, serta biaya promosi.

Setelah beroperasi, investor harus membayar royalty fee 9% dari total omzet per bulan. Adapun untuk kebutuhan peralatan kerja, seperti pembuat adonan, interior gerai, etalase donat dan tempat usaha harus disediakan oleh terwaralaba. Peralatan dan tempat sepenuhnya dari investor. Untuk baku donat, sepenuhnya disediakan Ridwan atau pemilik waralaba. baku dibeli Rp7,5 juta untuk kebutuhan satu bulan.

Gerai waralaba Donat Madu Cihanjuang dikatakan bisa balik modal dalam waktu lima sampai enam bulan. Agar cepat balik modal, investor setidaknya mesti menjual empat paket adonan atau setara dengan 300 potong donat dengan omzet Rp900.000 per hari atau setara dengan Rp27 juta per bulan. Rully Lamryana, pengelola gerai Donat Madu Cihanjuang di Bogor mengaku sudah bisa menjual sebanyak 600 donat dengan omzet Rp1,8 juta per hari atau Rp54 juta per bulan.

Loading...