Bikin Mobil Listrik, Indonesia ‘Butuh Contoh’ dari Produk Impor?

Mobil Listrik Indonesia - otomotif.kompas.comMobil Listrik Indonesia - otomotif.kompas.com

JAKARTA – saat ini seakan telah menjadi tren di dunia. Banyak negara (terutama negara besar) yang berlomba-lomba menciptakan listrik mereka sendiri. pun ternyata tidak mau ketinggalan tren ini. Namun, untuk membuat listrik tersebut, negara kita tampaknya membutuhkan ‘contoh’ terlebih dulu sebelum bisa memproduksi secara mandiri.

Dilansir dari Detik, saat ini sedang menyiapkan sebuah Peraturan Presiden (Perpres) untuk percepatan pengembangan mobil listrik. Dalam rancangan Perpres tersebut, impor mobil listrik dipermudah, dengan adanya insentif berupa pemangkasan bea masuk. Nah, kemudahan impor itu diberikan dengan tujuan memopulerkan terlebih dulu mobil listrik di Tanah Air. Jika sudah familiar, produk dalam negeri baru dilaksanakan.

“Mobil listrik impor didatangkan sebagai ‘ contoh’ untuk disontek. Tentu saja, Indonesia tidak bisa membuat mobil listrik yang bagus kalau tidak ada contohnya,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andy Noorsaman Sommeng. “Di mana-mana harus ada contoh, masyarakat kita selalu begitu.”

Andy menambahkan bahwa masyarakat Indonesia cenderung tidak bisa membuat mobil (sendiri) kalau hanya melihat dari ‘contoh’ berbentuk gambar. Menurutnya, ‘contoh’ mobil tersebut harus bisa dilihat secara langsung, dan bisa dibongkar. “Kalau sudah ada contohnya, kan enak, biayanya murah dan pasti banyak peminatnya,” sambung Andy.

“Jadi, sebaiknya impor mobil listrik dalam bentuk CBU dibuka dulu untuk sementara. Jika di dalam negeri sudah tercipta dan teknologi sudah dipelajari, baru mulai sendiri,” imbuh Andy. “CBU boleh saja dulu selama setahun. Nanti kalau sudah banyak, bengkel menjadi ingin tahu. Barangnya ada dulu, begitu (caranya) kalau kita mau merebut teknologi.”

Sontak saja, pendapat Andy ini langsung menuai banyak komentar di jejaring sosial. Akun bernama Ricky Elson dalam laman Facebook-nya menyindir bahwa strategi kenegaraan pemerintahan saat ini, khususnya di bidang teknologi, ‘sangat mantap’. “Silakan impor saja dulu, Pak, sebanyak-banyaknya. Kalau ‘contohnya’ banyak berkeliaran di jalanan negeri ini, baru kita mulai mengembangkan,” sindirnya.

Sebelumnya, Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan mobil listrik di dalam negeri. Komitmen ini dilatarbelakangi banyak pertimbangan, seperti perubahan global dan dampaknya terhadap iklim dan lingkungan. “Ke depan, itu mau tidak mau, memang mobil listrik harus diperhitungkan. Karena semua akan mengarah ke sana,” ujarnya.

Loading...