Buka Jenjang Pendidikan Mulai SD-SMA, Segini Biaya Windsor Home Schooling

Biaya Windsor Home Schooling - homeschoolingsdsmpsma.comBiaya Windsor Home Schooling - homeschoolingsdsmpsma.com

Windsor Home Schooling adalah salah satu pendidikan non formal di bawah Yayasan PKBM Windsor Pusat. Windsor Homeschooling telah didirikan sejak tahun 2007 silam dan memiliki cabang yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari , Tangerang, Bogor, hingga Bali. yang telah mengantongi akreditasi A ini menerapkan beberapa komponen pendidikan untuk para siswanya.

Sebagai , di Windsor Homeschooling Bali menarik biaya formulir sebesar Rp150 ribu, uang per tahun Rp1,7 juta, uang pangkal SD Rp8,5 juta, uang pangkal SMP/SMA Rp8 juta, biaya rapor Rp1,2 juta per semester per tahun. Kemudian ada juga SPP komunitas (8 ) Rp800 ribu, SPP tutorial (4 ) Rp1,1 juta, SPP privat (1 ) Rp1,3 juta, SPP mandiri Rp350 ribu. Untuk biaya sekolah di rumah besaran SPP tutorial 8 sesi Rp1,5 juta, SPP tutorial 10 sesi Rp1,8 juta, dan SPP tutorial 12 sesi sebesar Rp2,1 juta.

Guna mengajari cara belajar bersosialisasi pada siswa Windsor HS, pihak sekolah mengadakan rekreasi bersama menggunakan umum. “Saya melihat kebersamaan siswa dengan teman-temannya. Kalau misalnya ada satu siswa yang enggak ikut, biasanya mereka semua juga enggak ikut,” ujar Kepala Windsor Homeschooling Kwitang, Rita Mulyanti, di Jakarta Pusat, seperti dilansir Tempo.

Para siswa Windsor Homeschooling mulai jenjang SD, SMP, SMA, dari area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) mengikuti tur naik transportasi umum seperti Transjakarta, tingkat, dan kereta Mass Rapid Transit (MRT).

Rute dimulai dari kawasan Kota Tua, lalu menuju Bundaran HI, sampai Stasiun ASEAN, dan kembali ke Bundaran HI. Dari Bundaran HI menuju kawasan Kota Tua, tepatnya di Museum . Tur diakhiri dengan kegiatan mengunjungi Museum dan Museum Sejarah Jakarta.

“Dalam homeschooling itu yang utama adalah kenyamanan belajar. Ada juga yang kaget, mengeluh capek dan panas. Karena masyarakat menganggap homeschooling itu enggak ada sosialisasi. Nah dengan (tur) ini mereka (siswa) bisa lebih mengekspresikan diri, sambil mengurangi kejenuhan belajar,” terangnya.

Loading...