Visa Progresif Dihapus, Ibadah Umroh Kedua dan Seterusnya Kini Dikenai Biaya Flat

Ibadah Umroh - www.satutours.co.idIbadah Umroh - www.satutours.co.id

Sejak September 2019 lalu Kementerian Agama RI mengumumkan bahwa Kementerian Haji Arab Saudi meninjau ulang kebijakan visa progresif dengan SAR2.000 atau sekitar Rp7,4 jutaan. Sebelumnya, kebijakan visa progresif ini diberlakukan untuk para jemaah yang pernah berhaji atau berumrah sebelumnya dan ingin melakukan ibadah umroh kedua ke Suci.

Kemenag sendiri menyatakan jika mulai 11 September 2019 ketentuan visa progresif sudah tidak berlaku lagi. Peraturan terkait visa pun berubah, dengan SAR300 yang berlaku flat untuk jemaah yang pernah maupun belum pernah umrah. “Jadi biayanya flat. Yang 2.000 riyal dihilangkan,” kata Konjen RI di Jeddah Hery Saripudin, seperti dilansir Kompas.

Dengan dihapuskannya visa progresif, pemerintah Arab Saudi memberlakukan ketetapan baru terkait visa. Kini pengajuan visa umrah berwujud government fee sebesar SAR300. Biaya tersebut berlaku untuk pengajuan visa umrah, baik yang baru pertama kali, kedua kali, dan seterusnya.

“Jadi, kebijakannya bukan mengurangi visa progresif dari SAR2.000 menjadi SAR300, tapi mencabut aturan visa progresif dan menerbitkan ketentuan baru biaya pengajuan visa umrah dengan Government Fee sebesar SAR300,” ungkap Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah Endang Djumali.

Jemaah yang akan umrah untuk pertama kalinya kabarnya dikenai uang visa sebesar SAR498,19 atau sekitar Rp1,8 jutaan. Nominal tersebut meliputi biaya pengurusan e-visa sebesar SAR93,19 (Rp346 ribuan), basic ground service sebesar SAR105 (Rp390 ribuan), dan government fee sebesar SAR300 (Rp 1,1 jutaan). Nominal tersebut belum termasuk biaya booking reference number hotel, bus, dan handling fee agent Arab Saudi.

“Kenaikan biaya visa ini mulai diberlakukan tanggal 9 September 2019 pada e-visa Umrah. Harap seluruh AMPHURI segera menyesuaikan dan mengoreksi biaya serta umrahnya,” kata Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) Firman M Nur.

Visa progresif sebelumnya diberlakukan dari tahun 2016. Para jemaah akan dikenai biaya visa progresif, dilihat dari data e-Hajj yang dikeluarkan oleh pihak Arab Saudi. Dihapusnya visa umroh progresif tersebut menjadi upaya pemerintah Arab Saudi untuk mewujudkan visi 2030, salah satunya memenuhi target jemaah umrah sebesar 30 juta orang.

Loading...