Sediakan Pelayanan Medis Lengkap, Biaya USG di RSUD Cengkareng Relatif Terjangkau

Ilustrasi : seorang ibu sedang hamilIlustrasi : Seorang ibu yang sedang mengandung

di setiap daerah saat ini sudah semakin memadai, tak terkecuali di wilayah Jakarta. Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng misalnya, memiliki beragam pelayanan untuk kebutuhan masyarakat. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, instalasi rawat jalan, rawat inap, rawat intensif, kamar operasi, rawat bersalin, hingga pemeriksaan penunjang seperti USG. Berbeda dari rumah sakit swasta, atau pelayanan yang ada di RSUD diatur berdasarkan Peraturan Daerah (Perda).

Jika merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 141 Tahun 2018, biaya pemeriksaan USG atau ultrasonografi kebidanan di RSUD Cengkareng berkisar mulai Rp200 ribu. Sementara itu layanan proses persalinan atau untuk melahirkan secara normal biayanya dipatok Rp1 juta, persalinan dengan penyulit berkisar antara Rp1,35 juta hingga Rp2,1 juta, dan untuk kuretase Rp900 ribu.

Rumah sakit yang telah berdiri sejak tahun 2003 silam ini juga mulai tahun 2019 sudah menggratiskan biaya untuk pasien yang terserang penyakit demam berdarah (DBD). Di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, pasien yang mempunyai KTP DKI Jakarta dan positif DBD dapat memperoleh perawatan .

“Kalau di RSUD Cengkareng, 98 persen pasien adalah pengguna BPJS dan pasien DBD tidak terkena biaya karena ditanggung BPJS itu. Tapi kalau Gubernur memerintahkan untuk digratiskan, ya akan kita gratiskan,” ujar Direktur RSUD Cengkareng dr Indah Kurniawigati beberapa waktu lalu, seperti dilansir Liputan6.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta menggratiskan biaya perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD) di seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) Jakarta. “Siapa pun yang mengalami DBD itu akan kami tampung, kami akan rawat, dan memang dibebaskan biaya,” ucap Anies.

Anies pun meminta warga untuk segera membawa pasien yang menunjukkan gejala DBD untuk berobat. “Apabila ada tanda-tanda demam berdarah, jangan menunggu sampai parah, datang langsung ke puskesmas, kemudian periksa. Bila ternyata harus dirawat, maka kami akan siap untuk merawat,” pungkas Anies Baswedan.

Loading...