Biaya Ujian Capai Belasan Juta Rupiah, Pemegang Sertifikat CFA di Indonesia Masih Sedikit

Biaya Ujian CFA - ekbis.sindonews.comBiaya Ujian CFA - ekbis.sindonews.com

Di ternyata analis keuangan yang mengantongi berskala CFA (Chartered Financial Analyst) jumlahnya masih sangat sedikit, baru sekitar 170 orang. Padahal sertifikat tersebut rupanya sangat penting untuk para yang bekerja di bidang keuangan. Salah satu alasannya kemungkinan karena biaya ujian CFA yang terbilang cukup mahal.

Presiden CFA Society Indonesia, Pahala Mansury menjelaskan bahwa Indonesia masih tertinggal dari Singapura yang sudah mempunyai 2.000 profesional sertifikat CFA. “Jadi tidak heran jika inovasi dan produk keuangan di Singapura itu luar biasa,” ujar Pahala, seperti dilansir Tempo.

Lebih lanjut Pahala mengungkapkan, ada sejumlah kendala yang menyebabkan para analis keuangan kesulitan untuk memperoleh sertifikat CFA. Misalnya saja biaya ujian CFA yang tergolong mahal dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti persiapan tes memperoleh sertifikat. Seorang analis keuangan setidaknya harus mengeluarkan biaya mencapai jutaan .

Dilansir dari situs resmi CFA Institute, ada beberapa biaya. Mulai dari one-time enrollment fee sebesar USD450 atau sekitar Rp6,3 jutaan jika dirupiahkan. Ini merupakan biaya satu kali ketika calon peserta pertama kali mendaftar untuk ujian Level I.

Lalu ada early registration fee sebesar USD700 atau sekitar Rp9,8 jutaan dalam rupiah. Ini adalah biaya untuk periode pendaftaran awal yang berakhir pada 2 Oktober 2019 dan tersedia untuk semua level ujian. Dan untuk pendaftar yang mendaftar pada periode standard registration fee (berakhir hingga 12 Februari 2020) dikenai biaya lebih mahal lagi, mencapai USD1.000 atau sekitar Rp14 jutaan. Sementara itu, untuk late registration fee (hingga 11 Maret 2020) biayanya USD1.450 atau Rp20,3 jutaan.

Jadi setidaknya calon pendaftar harus membayar sekitar Rp16 jutaan untuk ujian CFA Level 1. Tak hanya biayanya saja yang mahal, persiapan ujian CFA pun butuh waktu sekitar 500 hingga 600 jam lamanya. Executive Director CFA Society Indonesia, Annastasha Suraji menambahkan, biaya itu juga harus dibayar di muka sebelum mengikuti tes. “Mungkin hal ini yang membuat orang berpikir ulang, sudah keluarkan uang belasan juta tapi takutnya tidak lulus ujian untuk mendapatkan sertifikat,” bebernya.

Tapi pada dasarnya, bagi praktisi keuangan, CFA bisa jadi dianggap lebih penting dibanding gelar MBA (Master of Business Administration). Pasalnya, sertifikat profesi sebagai analis keuangan yang dikeluarkan oleh CFA Institute, Amerika Serikat ini kemampuannya diakui setara dengan praktisi keuangan mancanegara.

Loading...