Sediakan Layanan Cangkok Ginjal, Berapa Biaya Transplantasi Ginjal di RS Cikini?

Biaya Transplantasi Ginjal - theconversation.comBiaya Transplantasi Ginjal - theconversation.com

Ginjal termasuk organ tubuh yang perlu dijaga kesehatannya. Namun sayang, gaya hidup yang kurang sehat membuat beberapa orang begitu berisiko mengalami gagal ginjal. Orang yang ginjalnya terganggu dapat mengalami berbagai gejala seperti tidak nafsu makan, mual, muntah, badan bengkak, pucat, urine keruh, cepat lelah, dan sebagainya. Gagal ginjal dapat diatasi dengan pengganti ginjal berupa dialisis (cuci darah) atau transplantasi (cangkok ginjal). Biaya transplantasi ginjal pun kabarnya cukup mahal, mencapai ratusan juta .

Dibandingkan cuci darah, transplantasi ginjal dinilai sebagai cara ideal untuk mengatasi gagal ginjal. Transplantasi adalah yang efisien dari segi dan , lantaran biayanya relatif lebih murah daripada cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup.

“Di penyakit ginjal kronik mencapai 25.000 per tahun. 100.000 di antaranya pasien GGTA (gagal ginjal tahap akhir). Hanya 10% yang mendapat terapi pengganti ginjal,” ujar spesialis penyakit dalam dr Tunggul D Situmorang yang juga kepala I Penyakit Dalam Ginjal Hipertensi RS PGI Cikini, seperti dilansir Sindo.

“Cangkok ginjal dapat membuat pasien GGTA menjalani hidup normal, harapan hidup lebih tinggi ketimbang menjalani hemodialisis, dan hanya perlu menjalani sekali semur hidup. Bandingkan dengan cuci darah yang harus dilakukan tiga hari sekali seumur hidup,” imbuh dr Dharmaizar SpPD-KGH, Ketua Tim Perhimpunan Nefrologi Indonesia.

Operasi transplantasi ginjal di Indonesia dapat dilakukan di sejumlah rumah sakit, misalnya RS PGI Cikini, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RS Gatot Subroto, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Advent Bandung dan RS Dr Sardjito Yogyakarta. Sebagai informasi, kisaran biaya pengobatan cuci darah dapat menghabiskan sekitar Rp62 juta per tahun. Sedangkan transplantasi hanya mahal di awal, yaitu Rp100 juta hingga Rp200 juta.

Jumlah peminat cangkok ginjal pun mengalami peningkatan yang drastis. Pasalnya, operasi cangkok ginjal juga termasuk pengobatan yang ditanggung oleh pihak BPJS Kesehatan. “Saat ini biaya BPJS hanya menanggung pengobatan untuk resipien (penerima ginjal). Padahal, donor pun sebelum menjalani operasi harus melewati serangkaian kesehatan yang membutuhkan biaya buka Rp1 juta atau Rp2 juta termasuk pascaoperasi. Maka itu, kami sedang mengajukan permohonan agar BPJS juga meng-cover biaya bagi donor,” ujar dr Dharmaizar.

Loading...