Biaya Training Rp3 Jutaan, Profesi Agen Properti Semakin Diperhitungkan

Biaya, training, pelatihan, workshop, agen, properti, bisnis, pemula, komisi, bisnis, objek, investasi, kota, penyelenggara, broker, kerja, profesional, komisi, perantara, transaksi, seminar, kualitas, penghargaan, rumah, proses, legalitas, kategori, perkembangan, penjual, brandIlustrasi: pembicaraan agen properti (sumber: Pinterest)

Saat ini, bisnis dalam dunia memang tengah melonjak. Di kota besar, tak hanya sebagai kebutuhan, tetapi bisa juga menjadi objek investasi, terutama buat orang yang bermodal, karena permintaan tidak pernah sepi. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Anda yang mungkin seorang fresh graduated yang belum tahu mau berprofesi sebagai apa. Menjadi agen atau , bisa menjadi salah satu daftar pekerjaan yang patut digeluti.

Seiring perkembangan zaman, broker dituntut untuk bekerja secara . Lantaran komisi yang didapatnya juga cukup besar. Rata-rata, seorang agen bisa mengantongi komisi 2% sampai 3% dari nilai properti yang terjual. Bayangkan, jika properti yang dijual seharga Rp2 miliar, maka komisi yang akan didapat sekitar Rp40 juta.

Jika Anda ingin menjadi seorang broker dan masih tergolong pemula, maka Anda bisa mengikuti sejumlah atau training agen properti. Dari sejumlah workshop tersebut, sudah banyak peserta yang sukses menjadi developer dari skala kecil, menengah, dan besar. Biaya training agen properti beragam, tergantung penyelenggara. Namun berdasarkan informasi, biayanya berkisar antara Rp3 jutaan hingga Rp7 jutaan. Biasanya workshop atau seminar berlangsung selama 1-3 hari.

agen properti tak sekadar sebagai perantara bisnis. Profesi ini juga dibutuhkan sebagai konsultan yang mampu memahami segala permasalahan dan kebutuhan para penjual dan pencari properti. “Kondisi bisnis properti saat ini menuntut para agen properti mampu mengimbangi perkembangannya. Perlu adanya pembeda dari tiap individu di antara mereka. Untuk itulah, kami mengapresiasi kinerja mereka yang tumbuh bersama kami,” ujar Ignatius Untung, General Country Manager Rumah123.com, kepada Kompas.

Untung mengatakan, lewat ajang tersebut pihaknya ingin mengapresiasi para agen properti yang dinilai sudah melakukan perubahan atau hal-hal baru dalam bisnisnya. Dengan kata lain, ajang penghargaan ini dijadikan sebagai ruang tampil bagi para agen yang sudah menunjukkan kualitas pembeda di antara agen-agen lainnya. Penghargaan dari media listing rumah para agen properti itu memiliki 77 kategori yang dipilih berdasarkan pengolahan data Tim Business Intelligence Rumah123.com.

Selain itu, ada satu kategori ‘Company of the Year’ yang pemilihan pemenangnya menggunakan metode 123 Buyers Perspective Analysis. “Dalam metode ini kami berperan sebagai potential buyer dan pemilik properti. Berdasar pada beberapa poin yang menjadi faktor penilaian, kami hubungi agen melalui telepon dan surat elektronik,” ujarnya.

Beberapa poin yang dimaksud itu adalah respons, pengetahuan , advokasi kala memberi solusi kepada klien, legalitas, hospitality, dan follow up. Tiap poin akan menghasilkan skor, dan yang tertinggi adalah pemenang kategori ‘Company of the Year’. “Nantinya kami berharap agen properti bukan lagi sebagai komoditi, tapi punya pembeda. Seperti brand dengan value tinggi,” kata Untung.

Loading...