Diklaim Pengobatan Kanker Tercanggih, Berapa Biaya Tomotherapy?

Ilustrasi : Tomotherapy untuk pengobatan kanker - radiationtherapynews.com

JAKARTA – Selain kemoterapi, tomotherapy merupakan lain yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker. Di Indonesia sendiri, rumah sakit yang sudah menyediakan tersebut adalah Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Jika dibandingkan serupa di , di unit kesehatan tersebut dikatakan jauh lebih terjangkau.

“Biaya radioterapi menggunakan tomotherapy di Indonesia bisa lebih murah 60 persen dibandingkan di Singapura,” kata ahli onkologi radiasi dari RSCM Jakarta, Profesor Soehartati Gondhowiardjo Sp.Rad (K) Onk Rad, dilansir Netral News. “Saya banyak berkomunikasi dengan dokter-dokter di Singapura, mereka kaget di sini tomotherapy diberikan dengan biaya yang demikian terjangkau, harganya 40 persen dari di Singapura.”

Pada tahun 2017 lalu, menurut dokter Soehartati, metode tomotherapy satu-satunya di Indonesia tersebut memakan biaya berkisar Rp55 juta dalam satu paket pengobatan. Sementara, di Singapura, biayanya bisa mencapai angka di atas Rp100 juta. Tidak hanya murah, bahkan RSCM memberikan tomotherapy ini lebih banyak pada pasien peserta Kesehatan.

Tomotherapy sendiri adalah salah satu jenis terapi radiasi yang ditujukan pada tumor, dengan radiasi ke berbagai arah. Dikutip dari National Cancer Institute, ketika terapi dilakukan, pasien diminta berbaring di atas meja dan dipindahkan melalui mesin yang sekilas mirip donat. Sumber radiasi dalam mesin nantinya akan berputar di sekitar pasien dalam pola spiral.

“Pasien pada proses ini sebenarnya tidak dioperasi. Memang metodenya termasuk surgery, namun pasien hanya diberikan sinar dan Gamma Knife ini dapat mengatur sinar tersebut sedemikian rupa sehingga tepat sasaran,” papar Direktur Utama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. C.H. Soejono, SpPD, K-Ger. “Daerah sekitar tumor pun sama sekali tidak rusak dan pasien dapat pulang dalam jangka waktu 24 jam.”

Sayangnya, pada bulan Februari 2020 kemarin, mesin terapi kanker yang hanya satu-satunya di Indonesia tersebut ikut terendam banjir bersama sejumlah alat-alat kesehatan lainnya. Hingga saat ini, alat yang konon diperoleh dengan biaya sekitar Rp90 miliar tersebut belum bisa digunakan. “Khusus pelayanan tomotherapy, dokter akan melakukan pengalihan ke alat lain jika memungkinkan,” ujar Kepala Bagian Humas RSCM, dr. Ananto.

Loading...