Deteksi Gangguan Pernapasan, Berapa Biaya Teropong Paru?

Biaya Teropong Paru - lifestyle.okezone.comBiaya Teropong Paru - lifestyle.okezone.com

JAKARTA – Paru-paru merupakan salah satu organ vital tubuh manusia yang berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida dalam . Sayangnya, karena berada di dalam dada, agak sulit mendeteksi apabila ada gangguan terhadap paru-paru. Untungnya, saat ini sudah ada metode bronkoskopi, yakni memasukkan sebuah selang kecil dengan kecil mirip teropong. Untuk melakukan prosedur ini, yang dikeluarkan memang tidak murah.

“Bronkoskop adalah sebuah selang kecil yang terdiri dari banyak serat optik yang memiliki kamera dan berfungsi mirip dengan teropong,” terang dr. Husnun Nisa, SpP, dokter penyakit dalam yang praktik di RSUD dr. Loekmono Hadi. “ tersebut terhubung ke pantau (monitor). Melalui monitor, dapat terlihat bronkoskop melewati saluran pernapasan.”

bronkoskopi ini, lanjutnya, dilakukan pada kecurigaan adanya benda asing di saluran napas, batuk berdarah, infeksi paru yang berat, gambaran kelainan di foto rontgen paru seperti kecurigaan adanya sumbatan saluran napas (atelektasis paru), pengambilan cairan saluran napas bawah untuk dibiakkan (dikultur) di laboratorium, dan sebagainya. Tujuan dilakukannya ini antara lain untuk keperluan diagnostik (menegakkan diagnosis) dan terapeutik (pengobatan).

“Tindakan bronkoskopi ini dilakukan di ruangan atau di kamar operasi dengan bius lokal maupun total (ditidurkan),” tambah dr. Husnun. “Sebagai persiapan, pasien akan dievaluasi kondisi dan toleransi terhadap tindakan tersebut dengan dilakukan pemeriksaan penunjang terlebih dahulu. Pasien juga dipuasakan minimal 6-8 jam sebelum tindakan bronkoskopi.”

Untuk melakukan pemeriksaan ini, biaya yang perlu dikeluarkan pasien memang tidak bisa dikatakan murah. Di RS Awal Bros misalnya, pasien perlu membayar tarif mulai Rp1,9 jutaan, sedangkan biaya di RS Siloam Surabaya berkisar Rp3 jutaan. Untuk rumah sakit lain, seperti RS Tebet, MRCCC Siloam Hospital Semanggi, atau Siloam Hospital Kebon Jeruk, biayanya mulai Rp4 jutaan sampai Rp8 jutaan.

“Pada umumnya, tindakan bronkoskopi adalah aman karena dilakukan sesuai prosedur dan dengan hati-hati. Efek samping atau komplikasi yang mungkin terjadi adalah pembengkakan dinding saluran napas pasca tindakan, produksi lendir yang relatif bertambah, mengi, atau perdarahan di saluran napas,” sambung dr. Husnun. “Namun, efek samping itu amatlah jarang terjadi.”

Loading...